Akhiri Konflik, Thailand Nyatakan Terbuka untuk 'Dialog' dengan Kamboja

Minggu, 27 Jul 2025, 08:15 WIB

TURNBERRY - Thailand pada Sabtu (26/7) malam mengatakan, pihaknya pada prinsipnya setuju untuk melakukan gencatan senjata dengan Kamboja dan memulai "dialog bilateral" untuk mengakhiri pertempuran sengit yang telah menewaskan sedikitnya 33 orang.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Thailand muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah berbicara dengan para pemimpin kedua negara Asia Tenggara itu dan kedua belah pihak sepakat untuk bertemu dan "segera menyusun" gencatan senjata.

Ket. Foto: Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai — Sumber: Pattaya Mail

Kementerian Thailand mengonfirmasi adanya panggilan telepon antara Trump dan Penjabat Perdana Menteri Phumtham Wechayachai, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X bahwa "Thailand pada prinsipnya setuju untuk melakukan gencatan senjata."

"Namun, Thailand ingin melihat niat tulus dari pihak Kamboja," tambahnya.

Kementerian mengatakan Phumtham meminta Trump untuk "menyampaikan kepada pihak Kamboja bahwa Thailand ingin mengadakan dialog bilateral sesegera mungkin untuk menghasilkan langkah-langkah dan prosedur gencatan senjata dan penyelesaian konflik secara damai."

Sebelumnya pada hari Sabtu, Trump mengunggah di platform Truth Social miliknya selama kunjungannya ke Skotlandia bahwa ia telah berbicara dengan para pemimpin Kamboja dan Thailand dan bahwa kedua belah pihak "telah sepakat untuk segera bertemu dan dengan cepat menyusun Gencatan Senjata dan, pada akhirnya, PERDAMAIAN!"

Pasukan militer Thailand dan Kamboja terlibat bentrok selama tiga hari berturut-turut di sepanjang perbatasan bersama mereka, dalam pertempuran yang menyebabkan lebih dari 150.000 orang mengungsi.

  • Konflik Thailand-Kamboja

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.