Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impor Harus Direm! Industri Dalam Negeri Bisa Tumbang Kalau Dibiarkan

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Impor Harus Direm! Industri Dalam Negeri Bisa Tumbang Kalau Dibiarkan Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Foto arsip- Ekspos temuan Satgas Impor Ilegal di halaman Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

JAKARTA - Membatasi masuknya barang impor membantu produsen lokal bersaing dan berkembang, terutama terhadap produk impor yang lebih murah atau berkualitas rendah. 

Pengetatan impor dapat membantu menjaga stabilitas harga produk dalam negeri, mencegah penurunan drastis yang merugikan produsen. 

Center of Reform on Economics (CORE) mendorong pemerintah untuk melakukan pengetatan impor guna melindungi industri domestik dari serbuan barang impor ilegal murah.

Dalam laporan CORE Mid-Year Economic Review 2025 yang dirilis di Jakarta, Jumat, lembaga think tank tersebut menyoroti urgensi pengetatan verifikasi impor yang melibatkan jasa testing, inspection, and certification (TIC) untuk membendung masuknya produk ilegal dan murah yang merugikan produsen dalam negeri.

Selain itu, laporan tersebut merekomendasikan penambahan anggaran subsidi untuk industri kunci seperti makanan-minuman, petrokimia, logam dasar, dan elektronik.

“Subsidi ini bisa berupa subsidi energi dan infrastruktur pendukung yang dapat menekan biaya produksi, sehingga industri dalam negeri mampu bersaing dengan produk impor,” demikian laporan tersebut.

Tak hanya itu, CORE juga menekankan pentingnya optimalisasi penyerapan produk lokal. Pemerintah, melalui Bulog, didorong untuk menambah komoditas strategis lain selain beras, seperti jagung dan daging ayam.

CORE juga merekomendasikan pemberian subsidi kepada industri hilir agar mereka memprioritaskan penggunaan bahan baku domestik.

Contohnya, subsidi jagung untuk pakan ternak bagi peternak skala kecil yang diharapkan dapat menekan biaya operasional mereka.

Langkah lainnya adalah mempercepat hilirisasi komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah.

CORE menekankan pentingnya membangun keterkaitan (linkage) yang kuat antara petani/peternak dengan industri menengah-besar.

Dukungan modernisasi teknologi, mulai dari tahap produksi, pasca-panen, hingga pengolahan, dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar.

CORE menyebut langkah-langkah strategis ini perlu segera dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan menjaga momentum pertumbuhan, terutama setelah perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025 menjadi 4,87 persen.

CORE memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 melambat ke kisaran 4,7 - 4,8 persen, turun dari 4,87 persen pada kuartal I.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.