Masyarakat Miskin Perdesaan di NTB Turun 18.970 Orang pada Maret 2025

Jumat, 25 Jul 2025, 21:36 WIB

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah masyarakat miskin perdesaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan sebanyak 18.970 orang dari 319.860 orang pada September 2024 menjadi 300.890 orang pada Maret 2025.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengatakan persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2024 sebesar 12,21 persen menjadi 11,51 persen pada Maret 2025.

Ket. Foto: Warga melintas dekat pemukiman penduduk di pinggiran sungai Jangkuk, Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (1/2/2023). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nym.    — Sumber: ANTARA

"Sebenarnya penurunan kemiskinan terjadi di perdesaan, bukan perkotaan. Penduduk miskin perkotaan malah naik," kata Wahyudin di Mataram, Jumat (25/7).

Jumlah penduduk miskin perkotaan naik sebanyak 14.940 orang dari sebelumnya 338.740 orang atau sekitar 11,64 persen menjadi 353.680 orang atau setara 12,02 persen.

Wahyudin menjelaskan jumlah penduduk miskin perdesaan turun akibat peningkatan produksi komoditas pangan berupa padi dan jagung, serta kebijakan pemerintah menaikkan harga beli gabah dan jagung pipilan kering.

Pada triwulan I 2025, lapangan usaha pertanian menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat yang saat itu mengalami kontraksi sebesar minus 1,47 persen secara tahunan akibat penurunan ekspor konsentrat tambang mineral.

Adapun pertumbuhan ekonomi tanpa tambang justru mencapai 5,57 persen. Laju pertumbuhan tersebut didukung oleh sektor pertanian sebesar 10,28 persen dengan andil 23,24 persen. Sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebanyak 43.660 orang atau setara 32,50 persen.

Pada 1 Februari 2025, pemerintah pusat resmi menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan jagung. HPP gabah menjadi Rp6.500 per kilogram dan HPP jagung pakan menjadi Rp5.500 per kilogram.

"Kenaikan harga pembelian pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong produktivitas pertanian serta potensi mengurangi kemiskinan," kata Wahyudin.

Lebih lanjut dia menyampaikan produksi padi meningkat sebesar 141,09 ribu ton gabah kering giling atau sekitar 55,43 persen pada triwulan I 2025, dibandingkan produksi padi pada triwulan I 2024 yang sebesar 254,56 ribu ton.

Sedangkan, produksi jagung sebesar 221,04 ribu ton pipilan kering meningkat 43,88 persen dibandingkan produksi jagung pipilan sebelumnya sebesar 153,63 ribu ton.

"Masyarakat menanam padi dan jagung umumnya di perdesaan, bukan perkotaan. Kenaikan produksi jagung dan padi di Nusa Tenggara Barat cukup besar dengan persentase padi sekitar 55 persen dan jagung 43 persen," pungkas Wahyudin.

  • Badan Pusat Statistik NTB

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.