Sido Muncul Wujudkan Kepedulian dengan Operasi Katarak Gratis, 100 Warga Bogor Kini Kembali Melihat Dunia Lagi

Rabu, 23 Jul 2025, 18:40 WIB

BOGOR - Pagi itu, suasana di Rumah Sakit Permata Jonggol tampak berbeda. Raut wajah penuh harap, terlihat dari para pasien lanjut usia yang duduk menanti giliran. Sebagian ditemani anak atau cucunya, sebagian lain datang sendiri dengan tongkat dan pandangan sayu. Mereka adalah para pejuang cahaya penderita katarak yang datang mengikuti operasi gratis yang digelar oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Selasa (23/7).

Sebanyak 100 warga dari berbagai desa di Kabupaten Bogor hari itu menjadi bagian dari misi kemanusiaan Sido Muncul, perusahaan yang selama ini dikenal luas sebagai produsen jamu nasional. Namun lebih dari sekadar produk herbal, Sido Muncul membuktikan bahwa kepedulian pada kesehatan masyarakat tidak hanya berhenti pada etalase apotek.

Ket. Foto: Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Direktur RS Permata Jonggol, Dr. Sri Handayani, di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/7). — Sumber: koran jakarta/dok

“Kami ingin orang-orang melihat dunia lagi. Orang yang kehilangan penglihatan, kehilangan separuh kualitas hidupnya. Kami ingin mereka bisa melihat dunia lagi,” ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Direktur RS Permata Jonggol, Dr. Sri Handayani, diJonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bagi Irwan, operasi katarak bukan semata agenda CSR tahunan. Ini adalah gerakan jangka panjang yang sudah dimulai sejak tahun 2011, dan hingga kini telah mengembalikan penglihatan lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia.

Jonggol hanyalah satu titik dari peta panjang perjuangan Sido Muncul dalam memberantas kebutaan akibat katarak, penyakit yang masih jadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia.

Kegiatan di Jonggol ini juga bukan yang pertama. Sebelumnya, pada Maret 2025, Sido Muncul menggandeng RS Permata Jonggol dalam kegiatan bantuan gizi bagi anak-anak stunting. Kolaborasi berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa ketika dunia usaha dan layanan kesehatan bersinergi, hasilnya bisa sangat berdampak bagi masyarakat akar rumput.

Penyakit yang Tak Melihat Status Sosial

Data Kementerian Kesehatan mencatat, 1,6 persen warga Indonesia menderita katarak, dengan kasus tertinggi di kalangan lansia. Namun yang sering luput dari perhatian adalah bagaimana faktor ekonomi menjadi tembok besar yang menghalangi pengobatan. Banyak pasien katarak tahu bahwa penyakitnya bisa disembuhkan melalui operasi, tetapi mereka tidak punya biaya.

Di sinilah intervensi seperti yang dilakukan Sido Muncul menjadi krusial. Tak hanya menutup celah pembiayaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa katarak bukan takdir, melainkan tantangan medis yang bisa diatasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, sejumlah pejabat dan tokoh lokal seperti Camat Jonggol Andri Rahman serta para Kepala Puskesmas dari Jonggol, Tanjungsari, Sukanegara, dan Balekambang. Mereka menyaksikan langsung proses pelayanan medis, termasuk pemeriksaan pra-operasi dan tindak lanjut bagi pasien pasca operasi.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut operasi ini. Sudah dua tahun penglihatan saya kabur, dan akhirnya bisa dibantu,” ungkap seorang pasien lansia asal Desa Sukamanah, yang tak kuasa menahan haru.

Konsistensi Sido Muncul dalam kegiatan sosial memang bukan hal baru. Selain operasi katarak, perusahaan ini juga mengadakan operasi bibir sumbing gratis, bantuan untuk anak stunting, hingga program lingkungan hidup dan pendidikan. Seluruh inisiatif itu terangkum dalam filosofi korporasi, bahwa keberhasilan bisnis sejatinya harus berdampak pada kesejahteraan sosial.

“Kami tidak ingin hanya menjadi perusahaan yang besar secara bisnis, tetapi juga besar dalam memberi,” tutur Irwan Hidayat.

Direktur RS Permata Jonggol, Dr. Sri Handayani, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama ini. Menurutnya, masyarakat yang terlayani sangat terbantu, dan ini memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan lokal.

“Kami berharap program seperti ini bisa terus dilanjutkan, bahkan diperluas agar menjangkau lebih banyak pasien di wilayah Bogor dan sekitarnya,” katanya.

Dengan menggelar operasi katarak gratis ini, Sido Muncul membuktikan bahwa kepedulian tidak harus menunggu momen besar. Satu demi satu mata yang kembali melihat, adalah bukti nyata bahwa harapan bisa ditumbuhkan kembali, bahkan dari sebuah ruang operasi sederhana di pelosok Jonggol.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.