Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Jepang Shigeru Ishiba Dikabarkan Akan Mundur Usai Kekalahan Pemilu dan Kesepakatan Perdagangan dengan AS

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 14:45 WIB | Oleh:
PM Jepang Shigeru Ishiba Dikabarkan Akan Mundur Usai Kekalahan Pemilu dan Kesepakatan Perdagangan dengan AS Doc: AFP

JAKARTA — Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, dilaporkan tengah bersiap mengundurkan diri pada akhir Agustus 2025 setelah koalisinya kehilangan mayoritas dalam pemilihan majelis tinggi dan tercapainya kesepakatan perdagangan besar dengan Amerika Serikat. Beberapa media lokal seperti Yomiuri, Mainichi, dan Sankei menyebutkan bahwa pengumuman resmi kemungkinan akan disampaikan setelah agenda nasional utama Jepang rampung bulan depan.

Ishiba, yang menghadapi tekanan dari dalam Partai Demokrat Liberal (LDP), disebut telah menyampaikan niatnya kepada lingkaran dalam. Kritik menguat pasca hasil pemilu yang mengecewakan, di mana partainya kehilangan dominasi di parlemen.

"Saya akan menjelaskan tanggung jawab saya atas hasil pemilu setelah perundingan dagang dengan AS rampung," kata Ishiba kepada para pembantunya menurut laporan Yomiuri.

Kesepakatan perdagangan yang disebut-sebut sebagai pemicu keputusan tersebut diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui Truth Social pada Rabu. Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa Jepang sepakat untuk berinvestasi senilai US$550 miliar ke dalam ekonomi Amerika Serikat. Selain itu, tarif barang-barang Jepang juga disepakati turun dari 25 persen menjadi 15 persen.

"Ini adalah masa yang sangat menggembirakan bagi Amerika Serikat, terutama karena kami akan terus menjalin hubungan baik dengan Jepang," tulis Trump dalam pernyataannya.

Menanggapi hal itu, Ishiba mengaku masih akan mempelajari rincian kesepakatan sebelum mengambil langkah politik. “Saya tidak bisa mengatakannya sampai saya memeriksa hasil perjanjiannya,” ucapnya kepada wartawan, sembari menegaskan bahwa ia akan berbicara langsung dengan Trump setelah mendapat pengarahan dari kepala negosiator perdagangan Jepang, Ryosei Akazawa.

Meski sejumlah media melaporkan rencana pengunduran dirinya, Ishiba membantahnya secara terbuka. Dalam keterangan yang dikutip Reuters, ia mengatakan bahwa kabar tersebut “sama sekali tidak berdasar.” Namun, seorang sumber anonim dari lingkaran dalam pemerintah menyebutkan bahwa Ishiba memang memilih menunda pengunduran diri hingga setelah 1 Agustus demi menjaga stabilitas politik, mengingat tanggal itu merupakan tenggat akhir kesepakatan perdagangan dengan AS.

Shigeru Ishiba, 68 tahun, sebelumnya dikenal sebagai sosok konservatif yang vokal soal reformasi pertahanan dan diplomasi Jepang. Kini, dengan tekanan politik internal dan eksternal yang meningkat, langkah berikutnya dari kepemimpinannya akan menjadi sorotan penting dalam peralihan kekuasaan di Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.