Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Sasar Pengembangan 3 Subsektor Ekraf Unggulan Malang

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Kemenekraf Sasar Pengembangan 3 Subsektor Ekraf Unggulan Malang Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekraf jajaki kerja sama pengembangan ekonomi kreatif dengan Pemkab Malang, Jakarta, Selasa (22/7)

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui pengembangan tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan di Malang, Jawa Timur.

"Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Malang sangat besar dan beragam. Ini adalah modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal dan inovasi,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers, Rabu (23/7).

Dengan jumlah penduduk mencapai 2,7 hingga 2,8 juta jiwa pada 2024, Kabupaten Malang memiliki beragam potensi, mulai dari sektor kuliner seperti keripik buah, jenang, hingga produk olahan susu seperti permen susu dan yogurt.

Selain itu, sektor kriya juga tumbuh subur dengan kerajinan batik, kain ecoprint, serta keramik dan gerabah yang banyak diproduksi di kawasan Pujon dan Kasembon.

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan bahwa ekraf sendiri merupakan harapan baru bagi perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, ia ingin mengembangkan ekraf di Kabupaten Malang karena potensi daerahnya tersebut sangat luar biasa.

"Kami akan langsung meneruskan pertemuan hari ini ke Bupati Malang agar secara kelembagaan memiliki payung hukum di Kabupaten. Dinas Ekraf sendiri kami berencana akan menggabungkannya bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Ekraf telah melakukan sekitar 36 MoU dengan hexahelix di mana hasilnya tersebut akan diturunkan ke setiap Dinas Ekraf yang hadir pada setiap daerah.

Kementerian Ekraf juga siap memfasilitasi sinergi program pengembangan talenta, infrastruktur, dan pemasaran produk ekonomi kreatif di daerah.

"Saat ini sudah ada 20 provinsi yang sedang membuat dinas ekraf dan hampir 60 kota dan kabupaten, jadi kemungkinan di awal tahun depan akan ada sekitar 28 provinsi dan hampir 100 kota dan kabupaten," ujar Menteri Ekraf.

Untuk itu, lanjut dia, Kementerian Ekraf siap kolaborasi dan mendukung pegiat ekraf di Kabupaten Malang serta memetakan mana yang harus didorong ke tingkat lebih lanjut,

Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi pusat dan daerah dalam memperkuat kontribusi ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang dimulai dari daerah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dalam audiensi tersebut turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.