Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani Tetap Berlanjut, Dispar Lombok Tengah Klaim Tidak akan Merusak Alam

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 11:20 WIB | Oleh:
Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani Tetap Berlanjut, Dispar Lombok Tengah Klaim Tidak akan Merusak Alam Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, NTB Lalu Sungkul.

LOMBOK TENGAH - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan investor pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani dari Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara masih menunggu validasi atau kajian perizinan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

"Investor kereta gantung itu tetap ingin melakukan pembangunan, hanya saja saat ini masih menunggu kajian Amdal," kata Kepala Dispar Lombok Tengah Lalu Sungkul di Lombok Tengah, Selasa (22/7).

Pembangunan kereta gantung ini sudah lama dicanangkan sejak 2013 dan groundbreaking sudah dilakukan sekitar dua tahun yang lalu. Dari hasil diskusi yang dilakukan dengan pihak investor ternyata saat ini posisi investor sedang menunggu pemerintah untuk validasi izin Amdal.

“Investor ini tidak pernah pergi dari Lombok karena kantornya ada di Gunung Sari-Lombok Barat," katanya.

"Mereka telah membayar Rp5 miliar untuk jaminan, dalam hal pemanfaatan hutan itu,” katanya.

Ia mengatakan jika validasi Amdal sudah tuntas oleh pihak ketiga yang mengurus, maka pihaknya meyakini pihak investor akan segera melakukan pembangunan. Di satu sisi lain, pihaknya juga menyampaikan kendala terkait pembangunan itu karena adanya perubahan, meski tidak secara detail tidak dijelaskan perubahan yang dimaksud.

“Kereta gantung ini satu-satunya bisnis yang tidak merusak alam, karena dia hanya menggunakan satu tiang pancang yang tingginya 35 meter," katanya.

"Kami berharap ini menjadi jawaban dari masyarakat yang melakukan aktivitas illegal logging menjadi ada kesibukan (kerjaan lain) nantinya dengan adanya kereta gantung ini,” katanya.

Ia mencontohkan di Negara Swiss di setiap kampung hampir ada kereta gantung, karena di wilayah itu adalah pegunungan dan kereta gantung itu sangat digemari oleh masyarakat dan wisatawan.

"Kalau kereta gantung di Gunung Rinjani, investasi mencapai triliunan rupiah, kisaran sampai Rp15 trilun sama akomodasi," katanya.

Dia bertemu dengan pihak investor dan investor mempertanyakan kenapa mereka dianggap kabur padahal posisinya menunggu validasi.

"Mereka tidak kabur," tegasnya.

Sebelumnya Kepala Bapperida Lombok Tengah H Lalu Wiranata menyampaikan dari hasil koordinasi yang dilakukan dengan Pemprov NTB diketahui sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan terkait kapan dimulainya pembangunan kereta gantung ini, sehingga pihaknya memberikan kesimpulan untuk saat ini pembangunan kereta gantung tersebut batal.

“Hilang investor pembangunan kereta gantung ini sehingga untuk sementara bisa kita bilang batal. Tapi sudah kami laporkan ke Pemprov NTB supaya ada tindaklanjuti lagi, makanya saat ini kita sedang carikan investor yang akan membangun kereta gantung ini,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mantan Presiden Senegal Mun...
Luar Negeri
Sri Lanka Lumpuh Total, Lis...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.