Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencegahan Stunting Menjadi Kunci dalam Mencetak Talenta Digital

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 20:55 WIB | Oleh:
Pencegahan Stunting Menjadi Kunci dalam Mencetak Talenta Digital Doc: Antara
Ket. Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah.

Sleman - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan pencegahan stunting menjadi fondasi strategis dalam mencetak generasi unggul Indonesia di masa depan, termasuk dalam menjawab tantangan krisis talenta digital menjelang 2045.

"Pencegahan stunting bukan semata isu gizi anak, melainkan strategis dalam mencetak generasi unggul Indonesia di masa depan," kata Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah saat membuka kegiatan Orientasi Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) di Kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Selasa.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta, termasuk lurah dan kader Bina Keluarga Balita (BKB) dari lima kabupaten/kota di DIY.

Menurut dia, stunting yang merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun.

"Periode 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa emas pembentukan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk kecerdasan otak dan potensi produktivitas di masa depan," katanya.

Ia mengatakan, anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan belajar yang rendah karena perkembangan otaknya terganggu.

"Ini berdampak langsung pada rendahnya kemampuan anak menguasai keterampilan digital saat dewasa nanti," katanya.

Iqbal menyambut baik kebijakan nasional "No New Stunting" yang kini menjadi arus utama program Kemendukbangga/BKKBN dengan fokusnya bukan hanya pada penurunan prevalensi stunting, melainkan juga pada pencegahan kasus baru.

"Pencegahan kasus baru jauh lebih strategis, maka tepatlah kebijakan Kemendukbangga bahwa pencegahan terjadinya kasus stunting baru (kebijakan no new stunting) menjadi prioritas," katanya.

Ia mengatakan, langkah ini diyakini sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045, terutama jika negara ingin menyiapkan tenaga kerja produktif yang cakap secara digital dan siap menghadapi revolusi industri 4.0.

"BKKBN DIY juga terus mengoptimalkan peran Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai wadah penguatan kapasitas orang tua dalam mendidik dan merawat anak sejak dini. Hingga Juni 2025, tercatat ada 1.518 kelompok BKB aktif di DIY, dengan 677 di antaranya sudah menjadi BKB Holistik Integratif,' katanya.

Ia berharap para kepala desa dan lurah turut ambil bagian dalam mendukung keberlangsungan program ini.

“Lurah dapat berperan lebih banyak untuk mendorong keaktifan kegiatan BKB di wilayahnya, salah satunya dengan mendukung penganggaran menggunakan dana desa,” imbaunya.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji turut berbagi praktik baik bagaimana desanya mengalokasikan dana desa untuk mendukung kegiatan BKB, termasuk pelatihan pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.