Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Bisa Mencetak Gol Jangan Berlanjut Saat Lawan Malaysia

📅 Senin, 21 Jul 2025, 06:40 WIB | Oleh:
Tak Bisa Mencetak Gol Jangan Berlanjut Saat Lawan Malaysia Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja/
Ket. Pemain Timnas U-23 Indonesia Jens Raven (kanan) menggiring bola dibayangi pemain U-23 Filipina Jared Alexander Reyes Pena di pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (18/7).

JAKARTA – Kemenangan 1-0 atas Filipina yang hanya lewat lemparan jauh, sangat memprihatinkan Tim U-23 Indonesia. Ini bukan gol scenario serangan. Banyak menguasai bola tidak terlalu penting tanpa mencetak gol.

Kondisi saat melawan Filipina tersebut jangan terulang ketika bertemu Malaysia mala mini. Pertandingan menentukan bakal tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (21/7), saat Tim Indonesia U-23 menghadapi musuh bebuyutan, Malaysia. Ini laga pamungkas Grup A Piala Asean U-23 2025. Kemenangan akan menyegel tiket semifinal. Kalah bisa menggugurkan harapan.

Garuda Muda sejauh ini tampil mengesankan. Di bawah asuhan Gerald Vanenburg, Indonesia sukses meraih dua kemenangan beruntun, membantai Brunei Darussalam 8-0 dan mengalahkan Filipina 1-0. Enam poin sempurna dengan produktivitas sembilan gol tanpa kebobolan menempatkan Garuda Muda di puncak klasemen sementara.

Secara hitung-hitungan, hasil imbang saja cukup untuk memastikan Indonesia lolos ke babak empat besar sebagai juara grup. Namun, Vanenburg menolak bersandar pada kalkulasi.

“Kami tidak ingin bermain dengan scenario imbang. Fokus menang. Itu saja. Malaysia adalah ujian sebenarnya. Kami ingin tampil maksimal,” tegas Vanenburg. Sebaliknya, Malaysia U-23 masih harus berjuang. Kekalahan dari Filipina 0-2 dalam laga pertama sempat mengguncang skuad Harimau Muda.

Berikutnya, bangkit menghajar Brunei 7-1. Kini, Malaysia berada di posisi ketiga klasemen, kalah head-to-head dari Filipina, meski sama-sama mengoleksi tiga poin. “Melawan Indonesia akan menjadi laga terberat. Tapi kami siap hadapi tekanan suporter dan intensitas pertandingan,” ucap pelatih Malaysia, Nafuzi Zain.

Sejarah tak berpihak ke Indonesia. Dalam enam pertemuan terakhir di level U-23 sejak 2009, Garuda Muda tak pernah menang atas Malaysia. Ada tiga kekalahan dan tiga hasil imbang. Bahkan, kekalahan paling menyakitkan terjadi di Jakarta saat Kualifikasi Piala Asia U-23 2017. Indonesia dipermalukan 0-3 di kandang sendiri.

Kemenangan adu penalti di SEA Games 2021 memang tercatat dalam memori publik, tapi secara statistik, laga tersebut berakhir seri 1-1 di waktu normal dan tidak memengaruhi rekor resmi head-to-head. Statistik memang suram, tapi bukan berarti tak bisa diubah.

Garuda Muda punya organisasi permainan yang jauh lebih rapi dan penguasaan bola yang dominan. Sayang tidak dapat mencetak gol melawan Filipina. “Melawan Malaysia, yang punya agresivitas tinggi, akan berat,” ujar pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan.

Satu gol ke gawang Filipina pun hanya lahir dari gol bunuh diri Jaime Rosquillo yang berawal dari lemparan jauh Robi Darwis. Ini menunjukkan betapa sulitnya Indonesia mencetak gol dari permainan terbuka.

“Lemparan jauh Robi bisa jadi senjata kejutan lagi, tapi tidak bisa diandalkan terus. Variasi serangan harus ditingkatkan,” ujar mantan pemain nasional, Anang Ma’ruf. Malaysia mengandalkan penyerang lincah Haqimi Azim. Dia mencetak dua gol saat menghajar Brunei.

Haqimi diprediksi jadi ancaman terbesar lini belakang Indonesia yang dipimpin Muhammad Ferarri dan Brandon Scheunemann. “Indonesia harus disiplin menjaga blok tengah. Malaysia punya transisi cepat dan pemain-pemain sayap berbahaya,” tambah Ronny.

Skenario Rumit

Jika Indonesia kalah dan Filipina menang atas Brunei, maka tiga tim, Indonesia, Filipina, dan Malaysia, akan sama-sama mengoleksi enam poin. Dalam situasi itu, penentuan posisi dilakukan berdasarkan head-to-head mini league, lalu selisih gol dan jumlah gol antartim. Vanenburg menyadari betul risiko itu, tapi memilih untuk tak memikirkannya dan fokus menghadapi Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.