Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Sigi Serukan Pelestarian Budaya Daerah kepada Warga Kecamatan Lindu

📅 Senin, 21 Jul 2025, 12:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Sigi Serukan Pelestarian Budaya Daerah kepada Warga Kecamatan Lindu Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae didampingi Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat menghadiri karnaval budaya di Kecamatan Lindu sebagai bentuk ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah mengajak masyarakat di Kecamatan Lindu untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal di daerah tersebut. 

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten dan provinsi bersama-sama ikut melestarikan budaya-budaya lokal yang ada di Kecamatan Lindu.  

"Karnaval budaya di Lindu ini harus kita jaga dan lestarikan, sebab ini merupakan kekayaan budaya yang patut diperkenalkan kepada masyarakat luar sebagai bagian dari identitas Lindu," kata Rizal kepada media di Puroo, Sigi, Senin. 

Ia mengemukakan hal tersebut terkait pelaksanaan karnaval budaya yang diikuti oleh masing-masing desa di Lindu yang menampilkan pakaian adat dan memperagakan berbagai aktivitas keseharian masyarakat Lindu di masa lalu.

"Jadi masyarakat ini menampilkan aktivitas mulai dari bertani, berkebun, hingga menangkap ikan di Danau Lindu," ucapnya.

Menurut dia, masyarakat pun ikut menggambarkan kehidupan tradisional di Kecamatan Lindu dengan penuh kreativitas.

"Karnaval budaya ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya lokal di Kabupaten Sigi khususnya di Lindu," katanya.

Ia menuturkan pagelaran karnaval budaya itu hanya ditampilkan pada kegiatan Festival Danau Lindu tahun 2025.

"Ke depan setiap tahunnya pada pelaksanaan Festival Danau Lindu, karnaval budaya ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisata budaya tahunan yang terus berkembang, sekaligus memperkuat rasa persatuan antardesa di wilayah Lindu," katanya.

Sebagai informasi karnaval budaya itu melibatkan desa-desa yang ada di Kecamatan Lindu seperti Desa Puroo, Langko, Tomado, Anca dan Olu.

Masing-masing desa menampilkan pakaian adat serta atribut budaya khas desanya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.