Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KAI Perkenalkan Lokomotif Rekayasa Ulang di Yogyakarta

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 14:40 WIB | Oleh:
KAI Perkenalkan Lokomotif Rekayasa Ulang di Yogyakarta Doc: KAI

YOGYAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkenalkan lokomotif hasil rekayasa ulang dalam Jambore Indonesian Railways Cyclist Community.

Acara tersebut digelar di Balai Yasa Yogyakarta, Sabtu (19/7).

Kegiatan ini menunjukkan komitmen KAI dalam modernisasi sarana perkeretaapian nasional. Upaya ini juga bertujuan meningkatkan keandalan dan efisiensi layanan operasional kereta api.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengelolaan Sarana KAI, John Robertho, menilai inovasi menjadi strategi penting menghadapi kebutuhan mobilitas masyarakat. Rekayasa ulang atau reverse engineering menjadi wujud nyata transformasi internal KAI melalui inovasi teknis.

“Keberhasilan program reverse engineering ini merupakan hasil dari inovasi Insan KAI di Balai Yasa Yogyakarta yang terus berinovasi dan bertransformasi. Melalui upaya ini, kami berharap dapat menghadirkan layanan kereta api yang lebih andal, efisien, dan tentunya aman bagi seluruh pelanggan,” ujar John.

Lokomotif yang direkayasa ulang adalah CC 201 89 16 yang telah beroperasi sejak era 1980-an. Karena usia dan performa menurun, KAI melakukan pembaruan menyeluruh pada lokomotif legendaris ini.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan sistem baru yang diterapkan dalam lokomotif tersebut. Teknologi Medha Excitation Propulsion (MEP) menggantikan sistem eksitasi konvensional yang sudah usang.

“MEP memberikan daya hingga 2.100 HP dengan respons tenaga yang lebih cepat serta sistem kontrol yang lebih presisi. Teknologi ini juga terbukti lebih efisien dalam memaksimalkan energi sehingga berdampak langsung pada penghematan bahan bakar dan biaya operasional,” kata Anne.

Selain sistem MEP, KAI mengganti generator DC dengan alternator bertenaga lebih stabil. Teknologi ini terbukti hemat energi, minim perawatan, dan adaptif terhadap perubahan medan serta beban.

Fitur tambahan seperti TFT Display juga diterapkan untuk memantau parameter penting secara real-time. Teknisi kini dapat melakukan pemantauan daring guna mempercepat perawatan dan mengurangi potensi gangguan.

Melihat hasil uji yang baik, KAI akan menerapkan teknologi MEP ke lokomotif lainnya secara bertahap. Strategi ini bertujuan menekan biaya pemeliharaan dan meningkatkan produktivitas sarana.

Sebagai bagian strategi penguatan armada, KAI juga mendatangkan 54 unit lokomotif baru tipe CC 205. Lokomotif ini diproduksi oleh Progress Rail – Caterpillar Company dari Amerika Serikat.

“Sebanyak 13 unit pertama lokomotif CC 205 telah tiba di Pelabuhan Panjang, Lampung, pada Minggu, 13 Juli 2025, dan saat ini tengah menjalani uji performa untuk memastikan kualitas dan keandalannya sebelum masuk layanan operasional,” kata Anne. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.