Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Kreatif Jadi Ruang Belajar Anak Membangun Daya Saing

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 20:43 WIB | Oleh:
Ekonomi Kreatif Jadi Ruang Belajar Anak Membangun Daya Saing Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekraf
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (dua kanan) dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang digelar di Jakarta, Minggu (20/7).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menilai sektor ekraf dapat menjadi ruang belajar anak-anak dalam membangun daya saing.

"Menanamkan nilai kreativitas sejak dini bukan hanya soal bermain atau berkesenian, tapi juga membentuk karakter inovatif. Ekraf bisa menjadi ruang belajar anak yang menyenangkan sekaligus membangun daya saing bangsa," ucap Wamen Ekraf Irene Umar di Jakarta, Minggu (20/7).

Kemenekraf turut mendukung upaya menanamkan kreativitas sejak dini melalui partisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Wamen Ekraf Irene menegaskan komitmen pemerintah dalam menanamkan bekal bagi para anak-anak Indonesia.

Dalam peringatan HAN 2025, KemenPPPA membawa tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045" yang sekaligus sebagai momentum kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendorong anak-anak tumbuh sehat, bahagia, dan kreatif.

Salah satu rangkaian kegiatan yaitu jalan sehat dan hiburan rakyat di Bundaran HI, Jakarta pada Minggu (20/7).

Sepanjang rute jalan sehat, anak-anak dan masyarakat menikmati pertunjukan seni, permainan tradisional seperti otok-otok, serta interaksi budaya yang membangun semangat persaudaraan.

Di Bundaran HI, pengunjung disambut dengan hiburan rakyat, kesenian daerah, dan berbagai aktivitas bermain permainan tradisional maupun gim lokal karya kreator muda Indonesia.

Irene menyampaikan, dengan semangat "Anak Indonesia Bersaudara" Hari Anak Nasional 2025 menjadi ruang bersama untuk memperkuat budaya, karakter, dan kolaborasi sejak dini.

Dalam momen itu, Kementerian Ekraf memberikan dukungan terhadap subsektor game lokal untuk memperkenalkan produk kreatif anak bangsa ke audiens yang lebih luas sejak usia dini, melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif.

Game lokal yang ditampilkan mengusung nilai kebangsaan, keberagaman, dan kolaborasi, menjadikannya selaras dengan semangat Hari Anak Nasional.

"Kementerian Ekraf berkomitmen menciptakan ruang yang aman, kreatif, dan inklusif bagi anak-anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Irene.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya perlindungan dan pelibatan anak dalam pembangunan bangsa.

"Peringatan Hari Anak Nasional harus dirasakan bersama-sama oleh seluruh anak di Indonesia. Mereka berhak bermain, berkesenian, mengenal pahlawan, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang," ucap Menteri PPPA Arifatul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.