Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Temuan Sejarah Mengemuka di Balik Pembangunan MRT Jakarta

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 15:05 WIB | Oleh:
Temuan Sejarah Mengemuka di Balik Pembangunan MRT Jakarta Doc: Instagram @MRT Jakarta

Jakarta — Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bukan hanya mencerminkan upaya modernisasi sistem transportasi ibu kota, tetapi juga membuka tabir sejarah yang terkubur selama puluhan hingga ratusan tahun. Dalam proses penggalian tanah untuk pembangunan MRT Fase 1 dan Fase 2A, tim konstruksi menemukan sejumlah artefak dan struktur peninggalan masa lampau yang mengungkap jejak sejarah kota Jakarta.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, memaparkan hal tersebut dalam program MRTJ Fellowship 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (17/7/2025). Ia menyebut bahwa proses pembangunan yang berlangsung di bawah permukaan tanah kerap menemui kejutan di luar dugaan. “Kalau ditanya ada kejadian di luar prediksi, jawabannya ada. Kami pernah menemukan jalur trem saat menggali tanah,” ujar Weni.

Jalur trem yang dimaksud ditemukan saat penggalian di kawasan Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk. Struktur tersebut diperkirakan merupakan peninggalan dari masa kolonial Belanda ketika moda transportasi trem masih menjadi bagian penting dari sistem mobilitas kota Batavia.

Selain jalur trem, salah satu temuan yang cukup mencengangkan adalah granat tua yang ditemukan di kedalaman sekitar 47 meter dari permukaan tanah. Granat tersebut diduga merupakan sisa peninggalan masa penjajahan, dan segera diamankan oleh pihak berwenang demi alasan keselamatan.

Namun yang paling menarik perhatian adalah ditemukannya saluran air kuno yang terbuat dari terakota, yakni bahan tanah liat yang dibakar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada masa Hindia Belanda telah ada sistem utilitas kota yang tertata, terutama untuk kebutuhan drainase dan sanitasi. “Kami juga menemukan saluran terakota kuno. Makanya kami turut mengundang arkeolog dari Universitas Indonesia untuk mengawal pembangunan,” jelas Weni.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian temuan sejarah tersebut, MRT Jakarta menyiapkan dua galeri khusus yang akan dibangun di dalam area stasiun. Galeri bawah tanah itu akan hadir di Stasiun Monas dan Stasiun Kota sebagai ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya.

Di Stasiun Monas, galeri akan menampilkan arsitektur bergaya historis dengan sentuhan lokal, sebagai upaya mengenalkan kembali identitas kota kepada masyarakat urban. Sementara itu, Stasiun Kota akan memamerkan berbagai artefak dan benda cagar budaya yang ditemukan selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk mengkurasi benda-benda apa saja yang akan dipamerkan,” kata Weni.

Untuk memastikan seluruh temuan tidak rusak atau hilang, PT MRT Jakarta menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan tim arkeolog dari Universitas Indonesia. Pendekatan kolaboratif ini diyakini penting untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur masa depan dan pelestarian warisan masa lalu.

Dengan ditemukannya berbagai benda bersejarah ini, proyek MRT Jakarta menjadi bukti bahwa pembangunan kota modern tidak selalu harus mengabaikan warisan sejarah. Sebaliknya, pembangunan justru bisa menjadi pintu masuk bagi generasi masa kini untuk lebih memahami jejak masa lalu yang membentuk wajah Jakarta hari ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.