Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manokwari Menerima Aspirasi Bakal Ditetapkan sebagai Kota Injil

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 11:37 WIB | Oleh:
Manokwari Menerima Aspirasi Bakal Ditetapkan sebagai Kota Injil Doc: ist
Ket. Injil

MANOKWARI – Majelis Daerah Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) menyampaikan aspirasi kepada Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou. MD menyampaikan agar Manokwari ditetapkan menjadi Kota Injil. 

Usulan tersebut diserahkan oleh Sekretaris MD GPKAI Demus Saiba kepada Bupati Manokwari Hermus Indou di Kantor Bupati Manokwari. Masyarakat dari Arfak (suku asli di Manokwari) merasa penting menjadikan Manokwari sebagai rumah doa bagi semua suku, budaya, bahasa, dan agama. “Ini sesuai dengan ajaran Injil," kata Sekretaris MD GPKAI Demus Saiba.

Ia mengatakan Manokwari adalah tempat pertama Injil masuk Papua, sehingga perlu ditetapkan sebagai Kota Injil. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan jika Manokwari ditetapkan sebagai Kota Injil.

Pertama, seluruh aktivitas masyarakat dihentikan setiap hari Minggu, baik penutupan toko, pabrik, sekolah, maupun kedatangan kapal dan pesawat.

Penyedia layanan prostitusi, praktik homoseksual, narkoba, minuman keras, kejahatan seksual harus dihentikan.

Meminta Presiden agar menetapkan Pulau Jawa sebagai Tanah Suci umat Islam, Bali untuk umat Hindu, dan Papua, khususnya Manokwari sebagai Tanah Suci bagi umat Kristen/Nasrani.

Mereka berharap pemerintah mendukung aspirasi tersebut dengan tidak mengubah identitas Manokwari dan menghindari korupsi, kolusi, serta nepotisme

“Aspirasi ini diharapkan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat demi menjaga identitas Manokwari sebagai Kota Injil yang damai, religius, dan bermartabat,” katanya.

Bupati Manokwari Hermus Indou menyatakan aspirasi dari pengurus GPKAI tersebut diterima dan akan dipertimbangkan oleh pemerintah daerah. ?

Ia mengatakan Arfak sebagai suku besar di Manokwari dan suku Papua yang diberi amanah, juga kepercayaan dari Tuhan untuk mendiami tanah Papua agar mau terbuka untuk suku, agama dan ras lain.

Inti dari aspirasi tersebut sebenarnya adalah masyarakat menginginkan Manokwari bisa terbebas dari segala macam penyakit masyarakat yang akan mencederai nilai-nilai religius.

"Kami menyambut dan menerima baik aspirasi yang disampaikan dengan harapan bahwa Manokwari sebagai kota Injil dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh suku dan agama di Manokwari," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemkab Manokwari sedang membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang identitas daerah atau city branding.

Pembuatan City Branding Manokwari adalah salah satu dari sembilan Ranperda prioritas tahun 2025. Menurut dia, sudah banyak identitas yang pernah dinobatkan pada Kabupaten Manokwari, baik sebagai Kota Injil, Kota Peradaban hingga Kota Buah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Luar Negeri
Uni Eropa Ajak Kanada Jalin...
Luar Negeri
Qatar Ajak Negara Teluk Gan...
Advertisement
Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.