Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Lepasliarkan Tiga Individu Lutung Jawa di SM Nusa Barung

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 16:29 WIB | Oleh:
Kemenhut Lepasliarkan Tiga Individu Lutung Jawa di SM Nusa Barung Doc: ANTARA/HO-Ditjen KSDAE Kemenhut
Ket. Salah satu individu lutung Jawa yang dilepasliarkan Kemenhut lewat BBKSDA Jawa Timur di di Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung, Jawa Timur, Selasa (15/7).

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melepasliarkan tiga individu lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang dilindungi di Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung di Jawa Timur jelang Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2025.

"Momentum Road to HKAN ini kami jadikan sebagai pengingat, bahwa konservasi bukan hanya tentang menjaga, tetapi juga memulihkan. Pelepasliaran ini adalah bentuk cinta kita kepada alam dan komitmen kita untuk menyatukan kembali yang terpisah, satwa dan habitatnya, serta manusia dan tanggung jawabnya," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat.

HKAN sendiri diperingati setiap 10 Agustus, yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya konservasi alam dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Dia menjelaskan tiga individu yang dilepasliarkan tersebut terdiri dari dua individu jantan bernama Anton dan Gareng serta satu betina bernama Beti.

Kegiatan pelepasliaran dimulai pada 14 Juli 2025, dilakukan dengan tim gabungan yang berangkat menuju Nusa Barung. Tim tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian, untuk membangun kandang habituasi di Jedingan dan mendirikan tenda dan logistik di Cambah, lokasi pelepasliaran dan pemantauan.

Pelepasliaran dilakukan pada 15 Juli 2025, dengan Beti melangkah menuju habitat yang akan menjadi rumahnya di Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung.

"Sebelum tim kembali, dilakukan pula pemantauan awal untuk memastikan satwa-satwa tersebut mulai beradaptasi dengan baik, baik dari pola gerak, respons terhadap lingkungan, hingga potensi interaksi dengan kelompok liar di kawasan," jelasnya.

Dia menyebut pelepasliaran tersebut adalah wujud nyata dari mandat konservasi, memulihkan hubungan satwa dan rimba, menegaskan hak setiap makhluk untuk kembali ke alamnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.