Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Tiongkok Lirik Tambak Garam Jateng, Targetkan 3.000 Hektare Lahan untuk Swasembada Nasional

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 16:18 WIB | Oleh:
Investor Tiongkok Lirik Tambak Garam Jateng, Targetkan 3.000 Hektare Lahan untuk Swasembada Nasional Doc: koran jakarta/dok
Ket. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bertemu dengan CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso, di ruang kerja, Kamis (17/7).

SEMARANG - Upaya Jawa Tengah untuk memperkuat sektor garam nasional memasuki babak baru. Investor asal Tiongkok dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk mengembangkan tambak garam modern seluas 3.000 hektare di provinsi ini. Rencana ambisius itu diyakini dapat menjadi langkah besar menuju swasembada garam nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso, dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dalam kesempatan itu, Hermawan menyampaikan komitmen investor yang tertarik menanamkan modal dalam pengembangan tambak garam berskala besar di wilayah pesisir Jateng.

“Jawa Tengah punya potensi besar untuk menjadi pusat produksi garam nasional. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kami optimistis proyek ini bisa terealisasi,” kata Hermawan, Kamis (17/7).

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lompatan dalam teknologi produksi garam agar tidak terus bergantung pada garam impor, terutama untuk kebutuhan industri.

Ia menyebut bahwa kemitraan antara pemerintah dan swasta menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut.

Saat ini, sentra utama produksi garam nasional masih berada di Madura dan Nusa Tenggara Barat. Namun, Hermawan yakin, dengan dukungan infrastruktur, teknologi, dan kebijakan yang tepat, Jawa Tengah bisa menjadi pesaing kuat dalam waktu yang tidak lama.

“Dengan lahan yang memadai dan tata kelola modern, Jateng bisa menutup celah ketergantungan impor. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga ketahanan ekonomi,” tambahnya.

Produksi Lokal

Pemprov Jateng menyambut positif minat investasi ini. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menilai pengembangan tambak garam modern merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan industri.

“Produksi kita saat ini masih belum cukup, baik secara kuantitas maupun kualitas, untuk memenuhi kebutuhan industri,” ujarnya.

Mengacu pada data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, produksi garam rakyat sepanjang tahun 2024 mencapai 536.612 ton, yang tersebar di sembilan kabupaten, termasuk Brebes, Demak, Pati, Rembang, dan Cilacap. Produksi ini melibatkan lebih dari 6.400 petani garam di lahan seluas lebih dari 8.000 hektare.

Namun demikian, sebagian besar hasil produksi masih belum mampu memenuhi standar industri, yang mengharuskan kadar natrium klorida (NaCl) minimal 97 persen. Sementara garam rakyat rata-rata baru mencapai 95 persen.

“Teknologi yang digunakan masih konvensional dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ini yang menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Kepala DKP Jateng, Endi Faiz Effendi.Tantangan semakin nyata ketika melihat kebutuhan riil garam di Jawa Tengah. Tahun 2024, kebutuhan garam tercatat mencapai 119.400 ton, terdiri atas 33.000 ton garam konsumsi dan 86.400 ton garam industri. Sebagian besar pasokan industri masih dipenuhi dari luar provinsi.

Industri lokal seperti PT SPJT hanya mampu memproduksi sekitar 25.000 ton garam industri. Sementara fasilitas washing plant milik koperasi di Rembang dan Pati hanya menyumbang kurang dari 15.000 ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Minggu Bakal Diguyur Hujan,...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.