Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Tumbang, Efek Domino dari Drama Tarif Trump

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 19:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Tumbang, Efek Domino dari Drama Tarif Trump Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah kembali melemah, hari ini (17/7), melanjutkan tren negatif dalam beberapa waktu belakangan ini. Investor sepertinya khawatir dengan ketikdapastian global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) kepada negara mitra, termasuk Indonesia.

Selain itu, investor ternyata merespons negatif keputusan Bank Indonesia (BI) melonggarkan kebijakan moneter melalui instrumen penurunan suku bunga acuan. Penurunan bunga acuan tersebut dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Rabu (17/7), di Jakarta melemah sebesar 54 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.341 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.287 per dolar AS.

Seentara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, Rabu (17/7), juga melemah ke level Rp16.329 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.288 per dolar AS.

Pelemahan ini mencerminkan tekanan jangka pendek pada rupiah di tengah ketidakpastian global, meskipun BI memiliki ruang intervensi, namun harus diwaspadai agar pelemahan tidak berlarut.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif terhadap sejumlah negara.

"Presiden AS Donald Trump mengatakan surat pemberitahuan kepada negara-negara tentang tarif AS mereka akan segera dikeluarkan, dan mengatakan pada hari Rabu (16/7/2025) bahwa ia mungkin akan mengenakan tarif menyeluruh sebesar 10 persen atau 15 persen kepada negara-negara kecil," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/7).

Terkait perjanjian dagang mengenai tarif dengan Indonesia dan Vietnam, AS menyatakan bakal diumumkan pada pekan ini.

Trump juga optimistis terhadap prospek kesepakatan dengan Tiongkok terkait obat-obatan terlarang dan mengisyaratkan bahwa kesepakatan dagang dengan India sudah sangat dekat, sementara kesepakatan dengan Eropa juga mungkin tercapai.

Di samping itu, sentimen penguatan indeks dolar AS lain yang menyebabkan pelemahan rupiah karena pernyataan Trump takkan memecah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, meskipun tetap mungkin terjadi jika ada bukti kecurangan dari The Fed.

"Kekhawatiran atas pemecatan Powell dipicu oleh meningkatnya serangan Trump terhadap Ketua Fed tersebut, sementara beberapa anggota sekutu Trump di Partai Republik juga terlihat menyerukan agar Powell segera dicopot. Trump mengklaim bahwa Powell terlambat dalam memangkas suku bunga AS, menuntut agar Powell segera melakukannya untuk mencegah kerusakan ekonomi," ungkap Ibrahim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.