Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Energi Hijau Digenjot, Tapi SDM-nya Masih Belajar dari Nol?

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Energi Hijau Digenjot, Tapi SDM-nya Masih Belajar dari Nol? Doc: ANTARA/ Kornelis Kaha
Ket. Seorang operator Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Oelpuah, berjalan di samping sejumlah panel PLTS di desa Oelpuah, Kabupaten Kupang.

JAKARTA – Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting dalam ekonomi hijau yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan pengurangan dampak lingkungan.

Sebab, ekonomi hijau membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan berpengetahuan luas tentang prinsip-prinsip keberlanjutan, energi terbarukan, teknologi ramah lingkungan, dan praktik ekonomi sirkular. Tanpa SDM yang kompeten, transformasi menuju ekonomi hijau akan terhambat.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya peningkatan kompetensi (skill) tenaga kerja sebagai kunci menghadapi tantangan global dan transisi menuju ekonomi hijau.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Namun, tanpa kesiapan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif, seluruh potensi itu akan sia-sia,” kata Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/7).

Lebih lanjut, Yassierli mengatakan, kerja sama antara para pemangku kepentingan terkait merupakan langkah konkret dalam memperkuat kualitas SDM nasional, khususnya di sektor strategis kendaraan listrik yang diproyeksikan tumbuh pesat.

Menurutnya, kolaborasi ini juga menjadi respons atas ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Hingga saat ini, hampir 300 instruktur telah dilatih untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi informasi kreatif dan industri 4.0 di berbagai balai pelatihan di Indonesia.

“Dukungan berbagai pihak, kami yakin pelatihan ini tidak hanya menjadi solusi atas pengangguran, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju masa depan ketenagakerjaan berkelanjutan dan inklusif,” ujar Menaker.

Salah satu kerja sama strategis yang dilakukan Kemnaker adalah bersama PT Chery Sales Indonesia, melalui Workshop Kejuruan Otomotif-Electric Vehicle (EV) sekaligus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun 2025 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat.

Dalam nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker dan PT Chery Sales Indonesia ini meliputi ruang lingkup penyusunan kurikulum, penyediaan sarana dan instruktur, serta pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi di bidang otomotif dan elektronika.

Menaker menilai, kerja sama ini tidak hanya berdampak dalam jangka pendek, tetapi juga akan membentuk fondasi kuat bagi penguatan tenaga kerja lokal dan pengembangan ekosistem industri otomotif berbasis energi bersih.

Sementara itu, President Director PT Chery Sales Indonesia, Zheng Shuo menekankan, pentingnya peningkatan keterampilan (upskilling) dalam menghadapi transisi energi, terutama di sektor kendaraan listrik yang diperkirakan akan mendominasi pasar otomotif Indonesia pada 2030.

“Teknisi mobil konvensional hanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu untuk beradaptasi menjadi teknisi kendaraan listrik, asalkan mengikuti pelatihan yang tepat,” jelas Zheng Shuo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.