Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Menguat Usai BI Longgarkan Moneter: Berani, Tapi Berisiko?

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Menguat Usai BI Longgarkan Moneter: Berani, Tapi Berisiko? Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja.
Ket. Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (16/7), seiring keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25 persen.

IHSG ditutup pada level 7.192,02 atau naik 51,55 poin (+0,72 persen), sementara indeks LQ45 justru terkoreksi 0,14 poin (-0,02 persen) ke posisi 779,30.

Dalam kajiannya di Jakarta, Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, keputusan BI menurunkan suku bunga menjadi sentimen utama yang mendorong penguatan IHSG hari ini.

Pemangkasan BI Rate ke level 5,25 persen menjadi katalis yang memperkuat optimisme investor, seiring tren pelonggaran moneter secara global.

Selain itu, penguatan juga didukung oleh kabar kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang mencakup penurunan tarif timbal balik (resiprokal) dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.

“Kedua sentimen tersebut menjadi faktor yang mendorong penguatan indeks pada Rabu (16/7),” ujar Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, Phintraco mencatat indikator MACD masih menunjukkan positive slope, menandakan momentum bullish masih terjaga.

Apabila IHSG mampu bertahan di atas level support 7.130, maka potensi pengujian resistance di kisaran 7.200-7.250 masih terbuka.

Namun, investor diimbau mewaspadai aksi ambil untung jika IHSG gagal menembus level psikologis 7.200, mengingat indikator Stochastic RSI telah memasuki area jenuh beli (overbought).

Adapun dari sisi saham, penguatan IHSG turut ditopang oleh kenaikan harga saham beberapa emiten.

Saham Argo Pantes (ARGO) tercatat sebagai top gainer dengan kenaikan 25,00 persen ke level 1.125.Disusul saham Indointernet (EDGE) yang naik 24,94 persen ke 4.810, serta Merry Riana Edukasi (MERI) yang menguat 24,86 persen ke 452.

Di sisi lain, tekanan terhadap indeks datang dari penurunan saham Mandala Multifinance (MFIN) yang melemah 14,88 persen ke posisi 1.030. Kemudian, saham Indal Aluminium Industry (INAI) turun 8,09 persen ke 159, dan Surya Semesta Internusa (SSIA) turun 8,03 persen ke level 2.520.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 365 saham menguat, 268 saham melemah, dan 335 saham stagnan. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp16,51 triliun dengan volume mencapai 28,94 miliar saham.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham tercatat variatif. Indeks Straits Times Singapura naik 0,3 persen ke level 4,132.25 dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,29 persen ke 24.517,75.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.