Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Basah Ancam Produksi Pangan, Pakar UGM Soroti Pentingnya Prediksi Cuaca Detail

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 13:50 WIB | Oleh:
Kemarau Basah Ancam Produksi Pangan, Pakar UGM Soroti Pentingnya Prediksi Cuaca Detail Doc: Dok. Istimewa
Ket. Ilustrasi pertanian di musim kemarau

Yogyakarta – Indonesia sempat mencatat surplus beras di awal 2024, sebuah pencapaian yang disambut sebagai kebangkitan sektor pertanian nasional. Namun, kondisi itu kini dihadapkan pada tantangan baru: fenomena kemarau basah yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan.

Musim kemarau yang semestinya kering justru disertai curah hujan tinggi pada bulan Mei, Juni, dan Juli. Beberapa wilayah bahkan mengalami banjir di tengah periode yang seharusnya menjadi waktu optimal untuk penanaman hortikultura. Situasi ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan petani dan akademisi.

“BMKG memprediksi kemarau basah ini akan berlangsung hingga Oktober 2024,” ujar Bayu Dwi Apri Nugroho, Ph.D., pakar agrometeorologi dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dalam keterangannya, Senin (14/7). Ia mengingatkan bahwa kemarau basah tidak hanya meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pertanian, terutama kegagalan tanam dan panen.

Menurut Apri, banyak petani mengalami kerugian akibat salah perhitungan. Mereka mengira curah hujan akan menurun pada Mei-Juni seperti biasanya, namun justru menghadapi curah hujan tinggi yang menyebabkan lahan tergenang. “Akibatnya, banyak petani tidak bisa menanam atau bahkan gagal panen (puso),” terangnya.

Kendati demikian, Apri menilai kemarau basah juga membawa peluang di wilayah yang selama ini kekurangan air, seperti Papua dan kawasan Indonesia timur. “Di daerah tadah hujan, curah hujan tinggi bisa membantu ketersediaan air untuk pertanian,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak negatif kemarau basah dan fenomena La Niña yang menyertainya, Apri mendorong sejumlah langkah strategis. Pertama, ia menekankan pentingnya sistem prediksi cuaca yang lebih detail hingga tingkat desa, agar petani bisa mengambil keputusan yang tepat. “Prediksi dini sangat bermanfaat dalam merencanakan pengelolaan sumber daya air, pertanian, hingga energi dan transportasi,” katanya.

Ia juga mendorong edukasi yang masif kepada masyarakat, khususnya petani, terkait anomali iklim seperti La Niña. Peran penyuluh pertanian dinilai krusial untuk menyampaikan informasi ini secara berkelanjutan.

Selain itu, Apri menyarankan adanya skema perlindungan seperti asuransi pertanian untuk menekan kerugian akibat gagal panen. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seperti pompa untuk irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan kuarter, serta penggunaan benih tahan genangan seperti Inpara dan Inpari.

“Fenomena iklim seperti La Niña bukan hanya tantangan teknis, tapi juga soal kebijakan jangka panjang. Pemerintah perlu hadir dengan strategi mitigasi dan perlindungan yang menyentuh langsung ke lapangan,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menko PM Dorong Perumahan J...
Advertisement
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.