Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bina Marga Ungkap Penyebab Jalan Jakarta Cepat Rusak, Bukan Hanya Hujan

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 14:25 WIB | Oleh:
Bina Marga Ungkap Penyebab Jalan Jakarta Cepat Rusak, Bukan Hanya Hujan Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

JAKARTA - Dinas Bina Marga DKI Jakarta membeberkan sejumlah faktor yang menyebabkan kerusakan jalan di Ibu Kota terjadi lebih cepat dari yang diharapkan. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga, Wiwik Wahyuni, hujan bukan satu-satunya penyebab, melainkan kombinasi dari berbagai faktor yang saling memperparah kondisi jalan.

Wiwik menjelaskan, pemantauan kondisi jalan dilakukan secara rutin melalui survei dan laporan dari masyarakat. Ia menekankan bahwa sistem drainase yang belum optimal menjadi salah satu penyebab utama, karena aliran air yang lambat membuat genangan bertahan lebih lama di permukaan jalan dan merusak lapisan aspal.

Selain itu, beban kendaraan yang melebihi kapasitas, terutama kendaraan overdimension-overload (ODOL), turut mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Ia menyebut, tekanan berlebih dari kendaraan berat menyebabkan retakan dan lubang di permukaan jalan lebih cepat muncul, apalagi jika kondisi tanah di bawahnya tidak stabil.

“Beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, khususnya kendaraan overdimension-overload (ODOL). Lalu kondisi tanah yang tidak stabil, termasuk yang sudah jenuh air akibat genangan berkepanjangan, juga memperparah,” jelas Wiwik.

Faktor lain yang ikut berkontribusi adalah padatnya lalu lintas di persimpangan, yang menyebabkan tekanan berulang pada badan jalan dari kendaraan yang berhenti dan berjalan bergantian. Selain itu, kerusakan juga kerap terjadi akibat pengembalian kondisi jalan setelah adanya pekerjaan galian utilitas yang tidak sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.

“Kami sudah punya standardisasi pengembalian kondisi jalan terdampak galian utilitas, tapi di lapangan kadang belum sesuai,” ujarnya.

Untuk menangani kerusakan jalan, Bina Marga menerapkan dua tahapan perbaikan, yaitu perbaikan sementara untuk kerusakan ringan yang dilakukan oleh Tim Satgas Pasukan Kuning, serta perbaikan permanen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan seluruh kerusakan ringan dapat diperbaiki secara bertahap hingga akhir tahun 2025.

“Saat ini, dari total 175,43 kilometer jalan rusak ringan di Jakarta, sekitar 60% telah diperbaiki. Sisanya ditargetkan tuntas bertahap hingga akhir 2025,” ujar Wiwik.

Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berlubang di berbagai wilayah Jakarta. Salah satu ruas yang menjadi sorotan adalah Jalan TB Simatupang di Jakarta Selatan, khususnya di sekitar Gerbang Tol Ampera 2, yang mengalami kerusakan pada beberapa titik dan dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.