Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pagi Penuh Makna di Lebak: Orang Tua Siswa Antar Anak ke Sekolah Rakyat

📅 Senin, 14 Jul 2025, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pagi Penuh Makna di Lebak: Orang Tua Siswa Antar Anak ke Sekolah Rakyat Doc: Antara Foto
Ket. Siswa Sekolah Rakyat jenjang SMA di Kabupaten Lebak saat berbaris untuk memasuki ruangan di BPMP Rangkasbitung Lebak Banten.

Sejumlah orang tua siswa mengantarkan anaknya ke Sekolah Rakyat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten karena mulai beroperasi 14 Juli 2025.

"Kita sejak subuh dari Cipanas bersama anak menumpang mobil bak terbuka menuju BPMP Rangkasbitung sebagai tempat Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Atas -SMA-," kata Purnama (50), orang tua siswa bernama Muhammad Ajiji di Lebak, Senin.

Menurut dia, dirinya merasa lega anak ke empatnya itu bisa diterima di Sekolah Rakyat sehingga bisa melanjutkan pendidikan di jenjang SMA.

Awalnya, dirinya bingung setelah lulus SMP Satu Atap (Satap) 4 Cipanas, anaknya putus sekolah akibat tak mampu biaya pendidikan.

Namun, kini ia merasa senang dan lega adanya Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sehingga anaknya bisa melanjutkan pendidikan di SMA.

Perjalanan dari tempat tinggal yang lokasinya berada di kaki Gunung Endut kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menuju BPMP Rangkasbitung kurang lebih 70 kilometer.

"Kami terima kasih kepada Presiden Prabowo sehingga anak saya bisa Sekolah Rakyat," kata Purnama yang sehari-hari sebagai buruh tani.

Permana (50), orang tua siswa Rendi mengatakan, dirinya menggunakan sepeda motor ke BPMP Rangkasbitung untuk menghadiri peluncuran Sekolah Rakyat di BPMP Rangkasbitung.

Perjalanan dari rumah ke BPMP Rangkasbitung kurang lebih 10 kilometer dengan melintasi kawasan hutan.

"Kami datang ke sini sejak pagi, karena anak sangat bersemangat bisa Sekolah Rakyat jenjang SMA itu," katanya.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Rangkasbitung Yuli mengatakan, pihaknya mengawal satu peserta di wilayahnya yang masuk kategori miskin ekstrem.

"Kami berharap anak yang diterima di Sekolah Rakyat bisa memutus mata rantai kemiskinan," katanya.

Muhammad Fajar, siswa Sekolah Rakyat mengaku dirinya bersama orang tua menggunakan sepeda motor dari Muncang ke BPMP Rangkasbitung dengan jarak tempuh 60 kilometer.

"Kami merasa bahagia bisa melanjutkan pendidikan SMA di Sekolah Rakyat itu dengan gratis," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Presidium Mitra BGN Audiensi dengan Pimpinan DPR

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Presidium Mitra BGN Audiens...

RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
RUPSLB Telkom 2026 Setujui ...
Daerah
Memulihkan Kejayaan Desa Sa...

Tahu Alasan Tingginya Harga Ponsel Belakangan?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Tahu Alasan Tingginya Harga...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.