Cuaca Buruk di Pantai Aceh, BMKG Ingatkan Warga Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang Dua Hari ke Depan
Senin, 14 Jul 2025, 14:23 WIBMEULABOH - Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika mengingatkan masyarakat yang berdomisili di wilayah pantai barat selatan Aceh, agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang selama dua hari ke depan.
âBerdasarkan pengamatan citra satelit, potensi hujan yang sudah terjadi sejak dua hari belakangan ini di wilayah pantai barat selatan Aceh karena adanya pola siklonik di wilayah barat daya Samudera Hindia,â kata prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Gilang Yusuf, Senin (14/7) pagi.
Akibat pola siklonik tersebut, kata Gilang, menyebabkan terjadi penumpukan massa udara di wilayah sekitar Aceh, sehingga menyebabkan pembentukan awan hujan diantaranya seperti awan cumulonimbus atau nimbostratus atau sejenisnya.
Awan siklonik merupakan awan yang terkait dengan sistem tekanan rendah, seperti siklon tropis. Ada beberapa jenis awan yang sering dikaitkan dengan siklonik, termasuk awan cumulonimbus, nimbostratus, altostratus, altocumulus, dan cirrus.
awan cumulonimbus merupakan awan ini sangat besar dan tebal, sering kali mencapai ketinggian yang sangat tinggi dan mampu menyebabkan cuaca ekstrem seperti hujan deras, petir, dan bahkan angin puting beliung hingga tornado.
Sedangkan awan nimbostratus merupakan awan hujan atau awan mendung, berwarna abu-abu merata, dan sering muncul beberapa waktu sebelum hujan turun.
Gilang menjelaskan pola siklonik yang saat ini terjadi di wilayah pantai barat selatan Aceh merupakan awan yang baru saja âmatangâ, sehingga potensi hujan ringan, sedang hingga lebat diprakirakan dapat terjadi hingga Rabu, 16 Juli 2025 mendatang.
Ada pun potensi hujan tersebut dapat terjadi pada pagi hingga malam hari, atau dapat terjadi pada dini hari maupun di sepanjang hari.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar dapat menjauhi wilayah pinggiran sungai, tebing gunung atau daerah yang banyak pepohonan karena pola siklonik yang terjadi saat ini, dapat mengakibatkan meluapnya aliran sungai serta terjadinya angin kencang, sehingga berpotensi terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang atau bencana alam lainnya, demikian Gilang Yusuf
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Prabowo, Gibran, hingga Puan Maharani Hadiri Pernikahan El Rumi
-
Pemkot Banjarbaru Perkuat Pengelolaan Lingkungan Bantaran Sungai
-
The Fed Diperkirakan akan Mempertahankan Stabilitas Suku Bunga di Tengah Kenaikan Harga Akibat Perang Iran
-
Komplotan Ganjel ATM Lintas Daerah Ditangkap di Tangerang
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
TNI AD Pastikan Jembatan Armco di Bener Meriah Aceh Layak Digunakan Warga
-
Waspada Banjir Susulan, Polda Jambi Siaga Satu di Lokasi Bencana, Ini Data Kerusakan Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.