Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koarmada II: Operasi SAR Bawah Air di Selat Bali Bahayakan Penyelam

2 Kamis, 10 Jul 2025, 17:21 WIB | Oleh:
Koarmada II: Operasi SAR Bawah Air di Selat Bali Bahayakan Penyelam Koarmada II: Operasi SAR Bawah Air di Selat Bali Bahayakan Penyelam Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
Ket. Tim SAR dari SRU laut melakukan penyisiran pencarian korban kapal tenggelam KMP TUnu Pratama Jaya di Selat Bali.

BANYUWANGI - Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Surabaya Laksamana Pertama TNI Endra Hartono menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bawah air (laut) akan membahayakan tim penyelam, karena arus dalam Selat Bali cukup kencang.

"Dengan arus yang kencang dan dasar laut karang akan membahayakan penyelam, sesuai rekomendasi KRI Spica (yang melakukan pemetaan dasar laut objek diduga KMP Tunu Pratama Jaya)," katanya dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.

Dari hasil pemetaan dasar laut Selat Bali yang dilakukan KRI Spica menggunakan multibeam echosounder alat sonar, menurut Endra, pada pagi hari ini dilaporkan temuan baru dan sudah dikonfirmasi oleh KRI Spica setelah melaksanakan pemindaian bawah air mulai dari titik lokasi kapal tenggelam ke arah selatan sekitar 4 mil.

Dari lokasi tersebut, lanjut dia, KRI Spica melakukan konfirmasi ulang dan diperoleh adanya temuan baru objek di bawah air di kedalaman 41-49 meter.

"Dimensi yang mendekati KMP Tunu Pratama Jaya, termasuk panjang objek (kapal) dan lebar serta tinggi objek yang terdeteksi," kata Endra.

Pada pagi hari ini, kata dia, sejak pukul 6:00 WIB tim underwater juga sedang melaksanakan konfirmasi titik lokasi yang sama yang berada di bawah dekat kabel suplai listrik Jawa-Bali.

"Tim underwater mendeteksi objek tersebut merupakan bagian KMP Tunu yang terlepas atau muatan kapal yang terlepas. Tapi, kami kembangkan lebih lanjut," kata Endra.

Kalau jarak objek ke kabel sekitar 100 meter. "Saat ini KRI Spica pada operasi SAR hari ini kembali melakukan konfirmasi ulang menggunakan side scan sonar serta mengukur arus dalam," katanya menambahkan.

Sementara itu, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto menyampaikan bahwa operasi SAR pada hari kesembilan fokus pendeteksian bawah air.

"Untuk Search and Rescue Unit (SRU) darat tetap melaksanakan penyisiran pencarian korban baik di wilayah Ketapang (Banyuwangi) maupun wilayah Gilimanuk (Bali)," katanya.

Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menyebutkan hingga Kamis pagi jumlah korban meninggal 15 orang (4 proses identifikasi), 30 orang ditemukan selamat, dan 20 orang dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

KMP Tunu Pratama Jaya yang mengangkut 53 penumpang dan 12 ABK/kru serta 22 unit kendaraan itu tenggelam di Selat Bali, pada Rabu, 2 Juli 2025. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.