Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalimantan, Poros Energi Nasional: Batu Bara Jadi Kunci Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 14:40 WIB | Oleh:
Kalimantan, Poros Energi Nasional: Batu Bara Jadi Kunci Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi Doc: Jakarta Globe

JAKARTA - Pulau Kalimantan memegang peran sentral sebagai poros energi nasional. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2024 Kalimantan menyumbang 688 juta ton produksi batu bara, atau sekitar 82 persen dari total produksi nasional. Angka ini mempertegas posisi Kalimantan sebagai pusat utama pasokan energi Indonesia, terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, menjelaskan bahwa sekitar 41 persen pembangkit listrik di Indonesia masih bergantung pada batu bara, dan 70 persen dari pasokan tersebut berasal dari Kalimantan.

“Bayangkan hidup tanpa listrik karena tidak ada batu bara. Kita butuh listrik untuk menyalakan komputer, laptop, bahkan ponsel. Jadi, setiap kali menerima telepon, ingatlah bahwa di baliknya ada batu bara,” ujar Rita.

Rita juga memaparkan bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara mencapai Rp140,5 triliun atau sekitar US$8,66 miliar. Kontribusi ini mencakup 52 persen dari total PNBP nasional. Ia menekankan bahwa kontribusi sektor ini terhadap perekonomian bukan sekadar wacana, melainkan fakta yang nyata.

“Batu bara mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, peran batu bara sangat krusial,” tambahnya.

Meski menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, Rita mengingatkan agar pengelolaan sektor batu bara tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Ia menekankan pentingnya praktik tambang yang ramah lingkungan.

“Sumber daya ini harus dikelola secara bertanggung jawab. Praktik yang ramah lingkungan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Priyadi menyatakan bahwa batu bara lebih dari sekadar komoditas. Ia menyebut batu bara sebagai instrumen pembangunan yang membuka akses, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membentuk peradaban baru. Dalam menghadapi tekanan global seperti fluktuasi harga dan ketidakpastian geopolitik, industri batu bara nasional dinilai perlu terus beradaptasi.

“Infrastruktur boleh dibangun, teknologi boleh canggih, tetapi jika energi tak tersedia secara merata, pembangunan tak akan merata. Industri ini harus kuat, tapi juga harus bertanggung jawab secara sosial dan ekologis agar keberlanjutan tetap terjaga,” tutup Priyadi.

Dengan posisi strategisnya, Kalimantan bukan hanya pusat energi, tapi juga tumpuan penting dalam upaya menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menko PM Dorong Perumahan J...
Advertisement
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.