Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur DKI Jakarta Tekankan Transparansi dan Proteksi Diri Kunci Pencegahan Korupsi

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 14:50 WIB | Oleh:
Gubernur DKI Jakarta Tekankan Transparansi dan Proteksi Diri Kunci Pencegahan Korupsi Doc: Reza Pratama Putra

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya transparansi dan pembangunan sistem yang kuat sebagai benteng utama pencegahan korupsi dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Hal ini disampaikan Gubernur Pramono dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah yang Bebas dari Korupsi, di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/7).

"Salah satu kata kunci yang utama adalah pemerintahan yang bersih. Dan pemerintahan bersih ini menjadi tantangan bagi siapa saja. Menciptakan transparansi dan juga pembangunan yang berkelanjutan," ujar Gubernur Pramono.

Gubernur Pramono kemudian menyinggung soal transformasi Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. Meskipun status Ibu Kota masih melekat hingga saat ini, Gubernur Pramono menegaskan bahwa visi Jakarta sebagai kota global yang modern, tangguh, dan inklusif tidak dapat terwujud tanpa pemerintahan yang bersih.

Untuk mewujudkannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun fokus dalam menyelesaikan berbagai isu strategis, terutama masalah disparitas sosial dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, program seperti pemberian Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta pemutihan ijazah menjadi prioritas.

Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan kesempatan kerja yang lebih luas dengan membuka rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Syarat pendaftarannya pun diperluas hingga boleh menggunakan ijazah SD.

"Kenapa ini menjadi prioritas di awal? Karena untuk memutus garis ketidakberuntungan tadi, maka harus ada keberpihakan bagi warga yang tidak mampu. Dan kami lakukan," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Pramono berbagi pengalaman pribadinya dalam menghadapi godaan korupsi di tengah besarnya anggaran yang dikelola oleh Pemprov DKI. Dengan rekam jejaknya sebagai penjabat lebih dari 25 tahun, Gubernur Pramono mengakui besarnya tekanan dan godaan yang datang.

Karena itu, Gubernur Pramono menekankan bahwa sistem proteksi diri adalah kunci utamanya.

"Apalagi yang terbayang dalam wajah saya cucu saya, bagaimana kalau suatu hari ada apa-apa dengan diri saya sendiri. Karena godaannya tidak kecil," ucap Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menjelaskan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, baik dalam bentuk pencegahan maupun penindakan, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.

Dalam menjalankan tugasnya, KPK berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, termasuk Pemprov DKI Jakarta, untuk memastikan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

"Apa yang kami lakukan sekarang ini terkait dengan tugas untuk melakukan pencegahan, pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh deputi koordinator dan supervisi, baik terhadap aparat penyelenggara negara maupun aparat penegak hukum," ungkap dia.

Melalui tata kelola pemerintahan yang baik, maka seluruh program yang dikerjakan menggunakan APBD dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, anggaran juga dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.