Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Denmark Siap Perangi AI! Wajah dan Suara Warganya Dianggap Harta Legal, Deepfake Bisa Dipenjara!

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 12:45 WIB | Oleh:
Denmark Siap Perangi AI! Wajah dan Suara Warganya Dianggap Harta Legal, Deepfake Bisa Dipenjara! Doc: Freepik

JAKARTA - Pemerintah Denmark mengguncang dunia digital dengan langkah berani, merancang aturan hak cipta baru yang menjadikan wajah dan suara setiap warga sebagai kekayaan intelektual yang dilindungi hukum. 

Tujuannya? Menghantam balik serangan teknologi deepfake dan AI generatif yang makin meresahkan.

Regulasi ini akan menjadikan Denmark sebagai negara pertama di Eropa yang memberi perlindungan hukum penuh atas identitas digital warganya. 

Dalam pernyataan resmi pada Kamis, 26 Juni 2025, pemerintah menegaskan peniruan rupa dan suara tanpa izin, terutama lewat kecerdasan buatan akan segera masuk ranah hukum pidana.

Proposal revisi Undang-Undang Hak Cipta ini disetujui lintas partai dan sedang diproses Kementerian Kebudayaan Denmark. 

Targetnya, aturan ini disahkan sebelum masa reses parlemen berikutnya, sekitar musim gugur antara September hingga November 2025.

Menteri Kebudayaan Jakob Engel-Schmidt menegaskan, peraturan ini adalah sinyal keras terhadap raksasa teknologi dunia. 

“Kita harus bergerak cepat untuk menghentikan tsunami informasi palsu. Warga harus punya kendali penuh atas wajah dan suara mereka sendiri,” ujar Jakob, dalam kutipan dari Euronews.

Jika undang-undang ini disahkan, siapa pun yang menyebarkan konten deepfake tanpa izin bisa dituntut secara hukum. 

Tak hanya masyarakat biasa, para figur publik juga akan dilindungi dari manipulasi digital, meskipun konten berunsur parodi dan satir masih diperbolehkan dalam batas tertentu.

Tak kalah penting, platform digital yang membiarkan pelanggaran ini tanpa penanganan juga bakal kena sanksi berat berupa denda. 

Denmark bahkan tengah mendorong agar regulasi ini diperluas ke seluruh Uni Eropa, seiring dengan perannya sebagai pemegang Presidensi Dewan Uni Eropa hingga akhir tahun 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.