Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Harap-harap Cemas Kebijakan The Fed ke depan, Intip Proyeksi Rupiah, Tengah Pekan Ini

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 10:10 WIB | Oleh:
Investor Harap-harap Cemas Kebijakan The Fed ke depan, Intip Proyeksi Rupiah, Tengah Pekan Ini Doc: istimewa

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ber­potensi melemah dalam perdagangan di pasar uang an­tarbank tengah pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipe­ngaruhi sentimen eksternal dan internal. 

Investor menantikan data penjualan ritel Indonesia yang diperkirakan masih akan datar. Adapun dari Amerika Serikat (AS), investor menunggu pengumuman risalah per­temuan dewan kebijakan bank sentral setempat (The Fed) atau FOMC.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam per­dagangan di pasar uang antarbank, Rabu (9/7), bergerak melemah di kisaran 16.200 - 16.250 rupiah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (8/7) di Jakarta menguat 34 poin atau 0,21 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.206 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganggap penguatan kurs rupiah dipengaruhi potensi kesepakatan dagang antara AS dengan Indonesia terkait kebijakan tarif.

“Rupiah berbalik menguat terhadap dollar AS yang me­mandang Trump yang menetapkan tarif pada 14 negara, termasuk Indonesia ini, tidak memiliki esensi perubahan apapun, namun justru memandangnya sebagai penundaan kembali hingga 1 Agustus dan memberikan waktu dan pe­luang bagi tercapainya kesepakatan,” kata dia di Jakarta.

Seperti diketahui, batas waktu tarif sebelumnya ditetap­kan pada 9 Juli, menandai berakhirnya jeda 90 hari pada tarif tinggi yang diumumkan sebelumnya yang awalnya di­berlakukan pada 2 April 2025.

Baru-baru ini, Trump telah memberikan perintah ekse­kutif yang menunda batas waktu tarifnya pada 9 Juli hingga 1 Agustus, menurut pengumuman Gedung Putih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.