Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BASAIbu Buktikan Bahasa Daerah Tangguh di Era Digital lLwat WSIS 2025

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 19:24 WIB | Oleh:
BASAIbu Buktikan Bahasa Daerah Tangguh di Era Digital lLwat WSIS 2025 Doc: ANTARA/HO-Kementerian Komdigi
Ket. Penghargaan yang disabet oleh perwakilan Indonesia di ajang WSIS Prize 2025.

JAKARTA - Perwakilan Indonesia menyabet penghargaan di World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2025 untuk kategori Cultural Diversity and Identity, Linguistic Diversity, and Local Content lewat program BASAibu, hal ini membuktikan ketangguhan bahasa daerah yang kaya di era digital.

"BASAibu adalah contoh bagaimana ruang digital dimanfaatkan secara positif untuk mendorong generasi muda turut melestarikan budaya," ungkap Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ichwan Makmur Nasution dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/7).

Ia menyebutkan lewat inisiatif Empowering Youth through Digital Innovation, BASAibu dinilai berhasil memperkuat kapasitas, keterlibatan, dan peran generasi muda dalam isu-isu publik menggunakan bahasa daerah di ruang digital.

Tidak hanya BASAibu, inisiatif yang diusung oleh Kementerian Komdigi, yaitu proyek "ASEAN Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in The Media" turut mendapat penghargaan sebagai Champion dalam kategori Media.

"Kita juga bersyukur inisiatif dari Kementerian Komdigi diapresiasi di ajang global," tuturnya.

Sederet kemenangan delegasi asal Indonesia juga diraih dalam WSIS Prizes 2025 seperti yang diraih oleh M Joko Apriyo Putro, salah satu fotografer yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya tari tradisional, asal Malang, Jawa Timur dalam WSIS Photo Contest.

Karya Joko menampilkan dua sosok perempuan menggunakan pakaian khas Jawa Timur sedang mengunggah konten tari untuk dibagikan di media sosial dan berharap banyak orang akan menyukai budaya tarian tradisional Jawa.

BASAibu masuk nominasi WSIS Prizes 2025 bersama 11 inisiatif dan inovasi lainnya dari Indonesia. Para nominator ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital.

Sebelumnya, pada 16 April 2025, Wamenkomdigi Nezar Patria memperkenalkan 12 inisiatif dan inovasi yang menjadi nominator kepada publik.

Nezar Patria meminta dukungan dari masyarakat agar memilih nominator asal Indonesia untuk memperkuat posisi Indonesia di forum global.

Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas dan komitmen tinggi dalam memanfaatkan TIK untuk menjawab sejumlah persoalan di masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“WSIS Prizes bukan hanya ajang penghargaan, tetapi juga bentuk pengakuan global terhadap praktik baik dalam transformasi digital. Partisipasi aktif Indonesia menunjukkan bahwa kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi digital yang berdampak dan bermakna,” jelasnya dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Komdigi Jakarta Pusat, Rabu (16/4). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.