Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Pemkot Bengkulu Bagikan Ribuan Septic Tank

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 17:42 WIB | Oleh:
Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Pemkot Bengkulu Bagikan Ribuan Septic Tank Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
Ket. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat ground breaking bantuan ribuan septic tank untuk warga di wilayah tersebut, Selasa (8/7).

KOTA BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, membagikan ribuan septic tank kepada masyarakat yang membuang limbah, seperti tinja dan urine, ke saluran pembuangan air seperti siring dan sebagainya, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Bengkulu.

"Banyak warga kita yang memang sudah memiliki WC, tapi limbahnya langsung ke siring. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, maka kita bantu dengan septic tank agar pembuangan limbah bisa tertata dan tidak mencemari lingkungan," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Selasa.

Ia menyebut penyerahan bantuan septic tank tersebut menjadi upaya Pemkot Bengkulu dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan dengan pembangunan sistem pengelolaan limbah domestik setempat yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang sanitasi dan menjadi tahap awal dari distribusi dan pembangunan septic tank yang akan menjangkau ribuan rumah tangga di berbagai kelurahan.

"Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut martabat dan kesehatan masyarakat kita. Dengan sanitasi yang baik, Insya Allah derajat kesehatan warga juga akan meningkat," ujar dia.

Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan limbah domestik, sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan lingkungan di Kota Bengkulu.

Selain itu, menurut dia, dengan adanya bantuan tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan kasus stunting di Kota Bengkulu.

Ia mengatakan telah menjalankan sejumlah program untuk menekan kasus stunting di Kota Bengkulu, antara lain melalui peningkatan kualitas hidup keluarga, pola asuh anak, serta pelayanan kesehatan dan sanitasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.