Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IPO Emiten Kripto Harus Dijaga dari Euforia dan Konflik Kepentingan

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 20:15 WIB | Oleh:
IPO Emiten Kripto Harus Dijaga dari Euforia dan Konflik Kepentingan Doc: Dok. istimewa

JAKARTA – Menjelang pencatatan perdana saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (9/7), pengamat hukum dan pembangunan Hardjuno Wiwoho menekankan pentingnya menjaga integritas, tata kelola, dan kepercayaan publik di tengah euforia pencapaian tersebut.

“IPO COIN adalah tonggak penting bagi industri kripto nasional. Namun justru karena ia pionir, integritasnya harus tanpa cela. Jangan sampai membuka preseden buruk di masa depan,” ujar Hardjuno di Jakarta, Selasa (8/7).

COIN merupakan induk dari dua entitas strategis di sektor kripto: bursa CFX dan kustodian digital ICC, yang diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia. Proses IPO-nya mencatat kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 70 kali, dengan lebih dari 100 ribu calon investor tercatat ikut serta.

Namun, perhatian publik tertuju pada salah satu nama yang tercantum dalam prospektus IPO, yakni Andrew Hidayat. Ia disebut sebagai salah satu ultimate beneficial owner (UBO) dan diketahui pernah divonis dua tahun penjara dalam kasus suap perizinan tambang pada 2015. Andrew juga diduga terkait dalam transaksi atas aset sitaan negara dalam perkara Jiwasraya, meski belum ada klarifikasi terbuka dari pihak terkait.

Pihak COIN telah menyatakan secara resmi bahwa Andrew Hidayat bukan pemilik manfaat akhir dari perusahaan. Namun, menurut Hardjuno, status formal semacam itu tak cukup. “Pasar modal adalah institusi kepercayaan. Legalitas penting, tapi governance dan rekam jejak personal juga harus dijaga,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa regulasi seperti Peraturan Bappebti No. 8 Tahun 2021 memang tak melarang eks narapidana ekonomi menjadi pelaku usaha kripto. Namun semangat regulasi tersebut jelas mengedepankan transparansi dan perlindungan investor.

“Kita sedang membangun ekosistem jangka panjang. Jika dari awal sudah dimasuki pihak-pihak yang diduga punya latar belakang bermasalah, bagaimana publik bisa percaya pada masa depan aset digital kita?” ujarnya.

Hardjuno juga menyoroti kasus global seperti BitMEX di AS dan Thodex di Turki sebagai pelajaran akan pentingnya pengawasan ketat terhadap emiten kripto.

Ia pun mendesak OJK, BEI, dan otoritas kripto untuk tidak sekadar bangga menjadi yang pertama. “Euforia harus diimbangi tanggung jawab menjaga kredibilitas. Jika pasar kehilangan kepercayaan, proses pemulihannya akan panjang dan mahal,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.