Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Sulteng Catat 5 Desa di Donggala Terendam Banjir Bandang

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 17:19 WIB | Oleh:
BPBD Sulteng Catat 5 Desa di Donggala Terendam Banjir Bandang Doc: ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Ket. Kondisi banjir bandang di lima desa dalam Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawes Tengah, Selasa (8/7).

DONGGALA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat lima desa di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala terendam banjir bandang mengakibatkan sebanyak 638 jiwa terdampak.

Kepala BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus mengatakan lima desa terdampak banjir itu  Desa Tosale, Lumbu Mamara, Salungkainung, Bambarimi, dan Lumbutarombo.

"Banjir ini terjadi pada 7 Juli pukul 14.30 Wita disebabkan hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya air sungai sampai di pemukiman warga," kata Akris di Banawa, Donggala, Selasa (8/7).

Ia mengemukakan saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan data kerusakan dan korban terdampak akibat banjir itu di dua desa lainnya yakni Desa Bambarimi dan Salungkainung.

"Untuk Desa Tosale itu terdapat 40 Kepala keluarga dengan 400 jiwa terdiri 90 rumah dan tiga fasilitas umum seperti gedung SD, Tsanawiyah dan jembatan penghubung ke dusun 4 rusak parah," ucapnya.

Sementara itu kerusakan parah juga terjadi di Desa Lumbu Mamara dengan total 70 kepala keluarga dan 180 jiwa serta 70 rumah rusak akibat banjir bandang itu.

"Data kerusakan di Desa Lumbutarombo ada 17 rumah terdampak dengan korban sebanyak 17 KK dan 58 jiwa termasuk Balita 3 orang, Lansia 5 orang dan Ibu hamil 1 orang," sebutnya.

Ia menuturkan tidak ada masyarakat mengungsi akibat banjir tersebut.

"Satu orang warga Lumbu Mamara diduga hanyut terbawa banjir bernama Taharudin berusia 60 tahun dan saat ini masih terus dilakukan upaya pencarian," katanya.

Menurut dia, kebutuhan mendesak diperlukan masyarakat di lima desa itu seperti logistik PB, air bersih, obat-obatan dan alat berat untuk normalisasi sungai di wilayah itu.

"Kondisi saat ini air sudah berangsur surut dan masyarakat yang terdampak sudah membersihkan kembali rumahnya masing-masing," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.