Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Berikan Pelatihan Jadi Penyiar untuk Pegawai

📅 Senin, 07 Jul 2025, 18:28 WIB | Oleh:
Kemenekraf Berikan Pelatihan Jadi Penyiar untuk Pegawai Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Agustini Rahayu dalam acara peluncuran program Radio Masih Ada, di Thamrin Nine, Jakarta, Senin (7/7).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan pelatihan menjadi penyiar radio bagi karyawan di lingkup kementerian untuk membantu menghidupkan kembali industri radio, yang akan bersiaran melalui program Radio Masih ada kolaborasi dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI).

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Agustini Rahayu mengatakan program ini untuk memperluas fungsi radio yang belakangan ini terkesan kurang peminat.

“Ini bisa menjadi media strategis di era digital untuk berbagi cerita, perluas jangkauan juga menghidupkan lagi ekosistem penyiaran yang lebih inklusif dan relevan bagi seluruh stakeholder ekonomi kreatif,” kata Agustini dalam acara peluncuran program Radio Masih Ada, di Jakarta pada Senin (7/7).

Ia mengatakan melalui pelatihan dan program Radio Masih Ada ini, akan membantu industri radio bertahan di era digitalisasi dan memperluas jangkauan ekosistem penyiaran yang lebih inklusif dan relevan.

Nantinya pegawai Kemenekraf yang telah dilatih LPP RRI akan bersiaran resmi melalui platform streaming RRI Pro 2 setiap Senin pukul 12.00 hingga 13.00, dan membawakan acara yang mengangkat tema berbasis ekonomi kreatif.

Tidak hanya bertindak sebagai penyiar, pegawai juga dilatih sebagai music director yang bertugas menyiarkan karya musisi-musisi.

Pegawai akan bersiaran di studio mini yang ada di lobby salah satu gedung di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, dan setelahnya akan berada di ruang publik lainnya untuk menarik minat publik mengenai media komunikasi tertua di Indonesia ini.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan melalui rangkaian kegiatan untuk menguatkan industri penyiaran radio, bisa menjadi platform untuk sosialisasi subsektor ekonomi kreatif lainnya dan akan memberikan manfaat tidak hanya bagi dunia penyiaran tapi juga pelaku ekraf yang berkaitan dengan industri radio.

“Itu salah satu cara untuk mendukungnya, kami memberikan pelatihan baru 13 orang, tahap pertama itu dari karyawan itu untuk agar juga dari kementerian ini juga bisa merasakan bagaimana sih jadi penyiar, bagaimana industri, suasana stasiun radio itu sendiri,” kata Riefky.

Riefky mengatakan tahap berikutnya bersama RRI akan membuka ruang untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat umum yang berminat atau berbakat menjadi penyiar radio.

Disamping itu, Agustini juga mengatakan Indonesia akan berkesempatan menjadi tuan rumah konferensi internasional yang mengangkat pembahasan industri radio, audio dan siniar, yang lima tahun terakhir di selenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, yang akan semakin memperkuat industri radio di Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.