Kejahatan Siber Jadi Ancaman Sistemik, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mitigasi Komprehesif dalam Transformasi Digital
Senin, 07 Jul 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Tingginya frekuensi serangan siber di sektor jasa keuangan menjadi pengingat bahwa transformasi digital harus diiringi dengan kewaspadaan serta kesiapan yang memadai. Kejahatan siber telah menjadi ancaman sistemik yang memerlukan pendekatan mitigasi secara komprehensif.
"Kolaborasi lintas sektor, peningkatan literasi digital, serta investasi berkelanjutan dalam teknologi keamanan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas sektor perbankan digital," ujar pengamat perbankan Revie Fayanti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/7).
Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang dikutip dari laman ojk.go.id, selama 2023 tercatat sebanyak 361 juta serangan siber terjadi di Indonesia. Dari seluruh sektor yang terdampak, katanya lagi, sektor keuangan menjadi salah satu yang paling sering diserang, menandakan tingginya tingkat risiko di industri ini.
Lebih lanjut Revie menyatakan institusi keuangan kini tidak hanya dituntut untuk berinovasi pada produk dan layanan, namun juga wajib memperkuat sistem pertahanan mereka dari berbagai bentuk ancaman digital yang terus berevolusi.
Menurut dia, pemahaman mendalam mengenai evolusi kejahatan siber di sektor perbankan sangat penting agar bank, regulator, dan nasabah dapat bersama-sama menghadapi risiko ini. "Tanpa langkah antisipatif yang tepat, kejahatan siber bisa merusak kepercayaan publik terhadap sistem perbankan digital," ujar CEO Synergy Partner Prima itu pula.
Terkait hal itu, katanya lagi, pihaknya menggandeng para pakar di bidang keamanan siber menggagas seminar bertajuk âKejahatan Siber di Era Digitalâ yang akan digelar 16 Juli 2025 di Jakarta.
Revie menambahkan kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka wawasan dan mengedukasi para peserta mengenai bahaya nyata dari kejahatan siber dalam dunia perbankan digital yang sering kali tidak disadari namun sangat merugikan.
Sejumlah topik yang akan dibahas seperti evolusi ancaman, serta mengapa pelaku kejahatan digital kerap berada selangkah lebih maju dari sistem keamanan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Drama Sengketa Lahan Hotel Sultan, Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hari Ini
-
UIN Datokarama Palu Kenalkan Budaya Etnis Kaili kepada Mahasiswa Thailand, Filipina, dan Malaysia
-
Jangan Coba-coba, Ini Efek Buruk Whip Pink yang Dialami Seorang Pengguna
-
Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun hingga 52 Persen
-
Arsenal Akan Lakukan Parade Juara Sehari Setelah Lawan PSG di Liga Champions
-
Piala AFF 2026: Vietnam Tak Terbebani Gelar Juara Bertahan Jelang Hadapi Singapura
-
Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 dan Elpiji 5,5 Kg Jadi Rp107.000
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.