Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

14 Perkantoran dan Pendopo Wagub NTB di Kota Mataram Terendam Banjir

📅 Senin, 07 Jul 2025, 14:35 WIB | Oleh:
14 Perkantoran dan Pendopo Wagub NTB di Kota Mataram Terendam Banjir Doc: ANTARA/Nur Imansyah.
Ket. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti bersama pimpinan OPD saat memantau Dinas Ketahanan Pangan NTB yang masih digenangi air di Jalan Majapahit Kota Mataram, Senin (7/7).

Mataram -- Sebanyak 14 unit perkantoran dan Pendopo Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri terendam air banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu (6/7).

Dari pantauan Antara NTB hingga Senin siang di sepanjang Jalan Majapahit Kota Mataram beberapa unit kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Ketahanan Pangan, dan Panti Jompo Dinas Sosial NTB, masih digenangi air dan penuh lumpur mulai halaman ruangan hingga ruangan kerja.

"Dalam catatan kami ada 14 unit perkantoran yang terendam banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ahmadi saat menemani Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri meninjau Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB yang masih terendam air.

Selain perkantoran, Pendopo Wagub yang berlokasi di Jalan Pandji Tilar juga tidak luput ikut terendam air banjir yang melanda Kota Mataram tersebut.

"Iya termasuk Pendopo Ibu Wagub juga terendam, makanya Ibu Wagub mengungsi dan sekarang masih pembersihan," ucap Ahmadi.

Selain itu banjir juga merendam rumah-rumah warga pada enam kecamatan di Kota Mataram, kata dia, mulai dari Sandubaya, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Ampenan.

"Ada 7.714 Kepala Keluarga (KK) atau 30.833 jiwa yang terdampak banjir dan 15 orang luka-luka dan 520 mengungsi, 9 unit rumah rusak berat, puluhan toko terendam, dan satu jembatan ikut putus," kata Ahmadi.

Sementara Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri mengakui  pendopo tempat tinggalnya ikut terendam air banjir. "Iya sempat mengungsi, tapi sekarang sudah balik lagi," ujarnya disela-sela meninjau banjir.

Saat ini Pendopo Wagub NTB, kata Indah Dhamayanti Putri, sedang dibersihkan dan ditata kembali. "Yang sekarang lagi bersih-bersih. Tapi tidak semua pendopo terendam," katanya.

Diketahui banjir di Kota Mataram terjadi pada Minggu (6/7) akibat curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan air di tiga sungai (Jangkok, Unus, dan Ancar) yang melintasi Kota Mataram menjadi meluap dan merendam rumah-rumah warga dan perkantoran yang ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.