Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karet Sumsel Jadi Primadona Ekspor, Harga Jadi Magnetnya

📅 Sabtu, 05 Jul 2025, 22:39 WIB | Oleh:
Karet Sumsel Jadi Primadona Ekspor, Harga Jadi Magnetnya Doc: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Ket. Arsip foto - Petani menyadap karet di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (29/9/2020).

PALEMBANG - Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) menyebutkan kenaikan volume ekspor karet di Sumatera Selatan (Sumsel) dipicu faktor harga yang membaik.

Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy di Palembang, Sabtu (5/7), mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, nilai ekspor komoditas karet dari periode Januari hingga Mei tahun 2025 itu mencapai 690,45 juta dolar AS atau naik sebesar 46,99 persen dari periode yang sama 2024 yang sebesar 469,72 juta dolar AS. 

Total ekspor karet Sumsel dari Januari hingga April 2025 masing-masing tercatat 62.354 ton, 71.843 ton, 66.754 ton dan 63.132 ton. Sehingga, jika ditotal selama empat bulan awal tahun ini Sumsel telah mengekspor karet mencapai 264.083 ton. 

Sedangkan, ekspor karet untuk periode yang sama pada tahun 2023 itu 271.074 ton dan pada tahun 2024 itu 226.244 ton.

Kenaikan ekspor karet sepanjang tahun 2025 itu tentunya dipengaruhi sejumlah faktor, akan tetapi paling dominan memberikan andil adalah faktor harga yang membaik. Meski karet di pasar internasional memang tidak stabil, tetapi harganya bergerak di sekitar 1,65 dolar AS per kilogram, bahkan pada awal tahun sempat berkisar 1,9 dolar AS per kilogram.  

“Ada peningkatan harga di awal tahun 2025 dibandingkan periode yang sama 2024, sehingga membuat petani bergairah untuk menyadap lagi di kebunnya,” katanya.   

Namun demikian, pihaknya mewaspadai adanya potensi penurunan harga yang cukup dalam sejalan dengan kondisi perkembangan geopolitik internasional dan kebijakan Amerika Serikat yang tidak bisa diprediksi. 

“Saatnya pemerintah memikirkan peningkatan konsumsi domestik karet dengan hilirisasi, sehingga melepaskan ketergantungan pada pasar internasional,” kata Alex.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.