Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia Jadi Negara Pertama yang Secara Resmi Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Russia Jadi Negara Pertama yang Secara Resmi Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan Doc: AP
Ket. Dalam foto yang dirilis Layanan Pers Kementerian Luar Negeri Russia pada 4 Oktober 2024, Menlu Russia Sergey Lavrov (kanan) dan Penjabat Menlu Taliban Afghanistan Amir Khan Muttaqi berfoto sebelum perundingan di Moskow.

MOSKOW - Russia pada Kamis (3/7) menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan sejak kelompok itu merebut kekuasaan pada tahun 2021, setelah Moskow menghap[us kelompok itu dari daftar organisasi terlarang.

Seperti dilaporkan Associated Press, Kementerian Luar Negeri Russia mengumumkan telah menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Afghanistan yang baru diangkat Gul Hassan Hassan. Pengakuan resmi terhadap pemerintah Afghanistan akan mendorong "kerja sama bilateral yang produktif," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyebutnya sebagai langkah bersejarah, dan mengutip Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi yang menyambut baik keputusan tersebut sebagai “contoh baik bagi negara lain.”

Taliban menguasai Afghanisan pada Agustus 2021 setelah penarikan pasukan AS dan NATO. Sejak saat itu, mereka berupaya mendapatkan pengakuan internasional sekaligus menegakkan hukum Islam yang ketat.

Meski belum ada negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban hingga saat ini, kelompok tersebut telah terlibat dalam pembicaraan tingkat tinggi dengan banyak negara dan menjalin beberapa hubungan diplomatik dengan negara-negara termasuk Tiongkok dan Uni Emirat Arab. 

Meski begitu, pemerintahan Taliban relatif terisolasi di panggung dunia, sebagian besar karena pembatasannya terhadap perempuan.

Meski Taliban awalnya menjanjikan pemerintahan yang lebih moderat dibandingkan saat pertama kali berkuasa dari tahun 1996 hingga 2001, Taliban mulai memberlakukan pembatasan terhadap perempuan dan anak perempuan segera setelah pengambilalihan kekuasaan pada tahun 2021.

Perempuan dilarang bekerja dan berada di tempat umum, termasuk taman, pemandian, dan pusat kebugaran, sementara anak perempuan dilarang mengenyam pendidikan di atas kelas enam.

Pejabat Russia baru-baru ini menekankan perlunya bekerja sama dengan Taliban untuk membantu menstabilkan Afghanistan, dan mencabut larangan terhadap Taliban pada bulan April.

Duta Besar Russia untuk Afganistan, Dmitry Zhirnov, mengatakan dalam sambutan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Channel One bahwa keputusan untuk secara resmi mengakui pemerintahan Taliban dibuat oleh Presiden Vladimir Putin atas saran dari Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Zhirnov mengatakan keputusan ini membuktikan “upaya tulus Russia untuk mengembangkan hubungan penuh dengan Afghanistan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.