Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim IBEX Buat Rencana Tanggap Daruat untuk Ekspedisi Trango Tower

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 16:53 WIB | Oleh:
Tim IBEX Buat Rencana Tanggap Daruat untuk Ekspedisi Trango Tower Doc: ANTARA/HO-IBEX
Ket. Atlet Indonesia Big Wall Expedition (IBEX) Iqbal Kamal Fasya melakukan latihan panjat tebing.

JAKARTA - Tim Indonesia Big Wall Expedition (IBEX) mempersiapkan perencanaan atau skema tanggap darurat untuk ekspedisi Nameless Tower, yang merupakan bagian dari komplek Trango Tower, di bagian utara Pakistan.

Salah seorang atlet yang masuk dalam tim tersebut Freden Sembiring mengatakan bahwa tim telah melakukan latihan untuk evakuasi di medan terjal, dan masing-masing individu telah memiliki kemampuan tersebut.

"Satu orang itu mampu melakukan evakuasi yang dibutuhkan terhadap temannya sendiri. Jadi, kemampuannya kita satu banding satu. Satu orang mampu evokasi satu orang untuk saat ini," kata Freden kepada Antara melalui sambungan telekonferensi dari Jakarta, Selasa (1/7).

"Beberapa kali latihan sebelumnya di Parang, itu kita hanya refresh untuk masalah keselamatannya. Jadi, salah satunya hal-hal yang perlu kita siapkan itu adalah itu masalah komunikasi gitu ya. Karena masalah keselamatan ini perihal komunikasi."

Freden mengatakan telah menyiapkan beberapa peralatan komunikasi standar yang akan dipakai, termasuk HT dan peluit, serta Starlink untuk komunikasi dengan tim Indonesia maupun tim KBRI di Pakistan.

"Jadi, pada saat nanti ada emergency, ada kesalahan, yang harus kita bawa teman kita dari 600 meter sampai ke bawah, itu dapat dengan mudah kita lakukan dengan signal dari atau kode dari teman kita yang sedang ada insiden," ujar Freden.

Lebih detil, Freden menjelaskan tim yang terdiri dari enam orang, yakni Nazib Fadlulah, Deden Wahyudin, Iqbal Kamal Fasya, Iqbal Ramadhan, dan Asep Tatang akan dibagi menjadi dua, yakni tim support dan tim pemanjatan.

Tim support terdiri dari dua orang, yakni Nazib dan Asep. Sementara, tim pemanjatan terdiri dari Freden, Deden, Iqbal dan Iqbal Fasya.

Perihal logistik, Freden mengatakan makanan selama 10 hari akan dibawa ke atas dari start pemanjatan sampai puncak. Dari start pemanjatan sampai ke tengah dibantu oleh tim support agar tim pemanjatan tidak terlalu terbeban.

"Tim pemanjatan ini manjat pertama, manjat duluan. Jadi tim support ini mengikuti, membawa logistik. Tim pertamanya hanya mempersiapkan lintasan tali saja. Jadi tim support ini dia bisa memanfaatkan tali itu untuk membawa logistik setengahnya lagi," kata Freden.

"Tapi tim support ini nanti akan berhenti di titik 600 meter. Karena dari 600 meter sampai ke puncak itu tinggal sekitar 400-an meter, sehingga logistik sudah tidak terlalu banyak untuk dibawa." 

Tim IBEX juga telah menghitung kebutuhan kalori dan mempersiapkan makanan sekitar 2.500 sampai 2.700 kilokalori per orang per hari untuk aktivitas pemanjatan.

Untuk ekskresi, baik itu buang air kecil dan buang air besar tim IBEX telah mempersiapkan plastik khusus untuk dipakai, dan nantinya akan disimpan di peralatan penyimpanannya, kemudian akan dibawa lagi turun.

Namless Trango Tower merupakan salah satu tebing dengan tingkat kesulitan tertinggi di dunia, baik itu akses, ketinggian, dan tingkat kesulitan dari jalur pemanjatan, dengan panjang jalur pemanjatan sekitar 1.100 meter yang berada di ketinggian 6.251 mdpl.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.