Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seekor Anak Harimau Sumatra TMSBK Bukittinggi Mati akibat Malanutrisi dan Dehidrasi

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 13:40 WIB | Oleh:
Seekor Anak Harimau Sumatra TMSBK Bukittinggi Mati akibat Malanutrisi dan Dehidrasi Doc: antara foto
Ket. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar Hartono di Padang, Rabu (2/7).

PADANG - Seekor anak harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) berjenis kelamin jantan mati karena mengalami malanutrisi dan dehidrasi di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

“Pada 1 Juni pukul 09.00 pagi, berdasarkan hasil pemeriksaan, anak harimau sumatra ini dinyatakan mati oleh tim medis,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar Hartono di Padang, Rabu (2/7).

Berdasarkan hasil nekropsi diketahui bahwa penyebab kematian anak harimau ini karena mengalami malanutrisi dan dehidrasi. Hasil itu diperkuat lewat pemantauan CCTV yang memperlihatkan induk harimau sudah beberapa hari tidak menyusui anaknya.

“Jadi, anak harimau yang mati di TMSBK Bukittinggi karena mengalami malanutrisi dan dehidrasi,” kata Hartono.

Ia mengatakan anak harimau tersebut lahir pada 24 Juni 2025 pukul 03.00 pagi. Sejak awal anak harimau tersebut berada satu kandang dengan induknya. Petugas secara rutin terus memantau perkembangan lewat kamera pengintai atau CCTV.

“Petugas memantau perkembangan dan pengawasan lewat layar monitor, karena pada saat itu induknya memang tidak bisa didekati,” kata dia.

Kemudian pada 29 Juni, hasil monitoring petugas lewat layar monitor mendapati induk harimau mengalami stres dan anaknya selalu dipindahkan dengan cara digigit.

Setelah melalui pertimbangan tim medis akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi anak harimau dari induknya. Apalagi, selama satu hingga dua hari terakhir induk harimau tidak mau lagi menyusui anaknya.

“Tim medis berkoordinasi dengan kami BKSDA Sumatera Barat menyatakan bahwa anak harimau harus dievakuasi dari induknya,” kata dia.

Setelah berhasil mengevakuasi atau memindahkan anak harimau dengan induknya, petugas memberikan susu kambing sebagai pengganti susu induk harimau.

Lebih jauh ia menjelaskan hasil penelusuran tim medis bersama BKSDA, anak harimau yang mati tersebut merupakan generasi keenam. Sementara lima generasi lainnya, pada umumnya mengalami kelainan genetik dari induk yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.