• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dewan Guru Besar Binus Uni...

Dewan Guru Besar Binus University Hadirkan Solusi dari Berbagai Bidang untuk Jawab Tantangan Global

Rabu, 02 Jul 2025, 17:35 WIB

JAKARTA – Dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan multidimensi yang kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, tantangan ekonomi, dinamika politik dan hukum, perkembangan life science, hingga krisis dalam pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua Dewan Guru Besar Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menuturkan, menanggapi berbagai fenomena yang tengah terjadi di Indonesia maupun dunia, Dewan Guru Besar Binus University hadir untuk memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran strategis lintas disiplin ilmu. 

Ket. Foto: Dewan Guru Besar Binus University dalam perayaan Dies Natalis ke-44 Binus University di Jakarta pada hari Selasa (1/7). Pada momen ini sejumlah guru dari berbagai bidang menyampaikan pandangannya terkait kondisi bangsa dan menawarkan solusi. — Sumber: Binus University

Di tengah pusaran tantangan tersebut, Binus University menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya hadir untuk melahirkan lulusan unggul, tetapi juga untuk menawarkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Dalam sebuah forum strategis yang digelar bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-44 Binus University di Jakarta pada hari Selasa (1/7), sejumlah Guru Besar BINUS University dari berbagai bidang menyampaikan pandangannya terkait kondisi bangsa dan menawarkan solusi berbasis keilmuan, riset, serta pengalaman lintas sektor.

Harjanto yang membuka kegiatan dengan menegaskan komitmen Binus University dalam berkontribusi aktif terhadap kemajuan Indonesia.  Baginya Dewan Guru Besar adalah kekuatan intelektual Binus yang hadir tidak hanya untuk membimbing dunia akademik sematar.

“Dewan Guru Besar adalah kekuatan intelektual Binus yang hadir tidak hanya untuk membimbing dunia akademik, tapi juga sebagai suara moral dan ilmiah yang menjawab persoalan masyarakat dan bangsa,” ungkapnya pada kesempatan tersebut.

Sebagai bagian dari visi Binus 2035 “A World-class University, Fostering and Empowering the Society in Building and Serving the Nation,” Binus University melalui Dewan Guru Besar berkomitmen terus hadir dalam memberikan kontribusi dan solusi konkret atas persoalan bangsa dan juga dunia. Tidak hanya melalui pendidikan dan riset, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat dalam proses perubahan yang berkelanjutan.

Forum ini menghadirkan pemikiran lintas disiplin dari para Guru Besar yang mewakili bidang strategis, masing-masing Guru Besar menyampaikan pemikirannya sebagai berikut: 

Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI menyoroti perkembangan teknologi informasi yang menjadi fondasi dari banyak tantangan hari ini. Ia menekankan pentingnya kebijakan nasional yang adaptif dan agile, agar mampu mengimbangi kecepatan inovasi teknologi digital yang kian disruptif.

Prof. Yanthi Rumbina Ianova Hutagaol, S.P., M.Acc., Ph.D. menggarisbawahi pentingnya etika digitalisasi di sektor ekonomi, khususnya UMKM. Menurutnya, transformasi digital yang sukses bukan hanya soal teknologi, tapi juga keberanian untuk menjaga integritas, transparansi, dan nilai-nilai keadilan sosial dalam praktik bisnis sehari-hari.

Prof. Dr. Shidarta, S.H., M.Hum. menyoroti kondisi dinamika politik dan hukum di Indonesia dan menegaskan bahwa penegakan hukum dan stabilitas politik tidak cukup hanya dengan pendekatan normatif, tetapi juga perlu integritas, pendidikan etika hukum, dan peran serta publik dalam pengawasan.

Prof. Dr. Nesti F. Sianipar, S.P., M.Si. menyampaikan tentang ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat sebagai tantangan lintas generasi. Ia menyampaikan berbagai inovasi yang dilahirkan untuk mendukung kestabilan

Prof. Dr. Ir. Sasmoko, M.Pd., M.A., CIRR, IPU, ASEAN Eng., SMIEEE menyampaikan pentingnya revolusi pendidikan yang didukung kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa AI bukan pengganti pendidik, melainkan partner strategis untuk menciptakan pengalaman belajar personal, relevan, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi emas 2045. 

Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss (Acc)., Ph.D., CA, CFE  memberikan refleksi kritis atas banyaknya kegagalan startup di Indonesia, yang menurutnya mencerminkan kebutuhan mendesak akan literasi keuangan, tata kelola korporasi yang kuat, dan pengawasan regulatif yang progresif namun inklusif terhadap inovasi.

Forum ini bukan hanya menjadi ajang akademik, melainkan juga momen refleksi dan kontribusi nyata dari Dewan Guru Besar Binus University terhadap kondisi Indonesia dan dunia.

“Kami percaya bahwa dunia saat ini membutuhkan lebih dari sekadar wacana. Dunia membutuhkan solusi. Dan solusi lahir dari pemikiran yang tajam dan kolaboratif,” jelas Harjanto.

Lebih dari sekadar forum intelektual, kegiatan ini menegaskan bahwa Binus University melalui Dewan Guru Besarnya berkomitmen untuk mendampingi perubahan sosial secara aktif. Hal ini mencerminkan semangat fostering and empowering

Ia menambahkan Kontribusi Dewan Guru Besar ini menjadi bukti bahwa Binus tidak hanya fokus pada pengembangan akademik internal. Selain itu juga memiliki tanggung jawab sosial dan berdampak bagi bangsa.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.