Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenekraf Resmikan Ruang Kreatif untuk Bina Seniman Lokal Semarang

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 18:51 WIB | Oleh:
Wamenekraf Resmikan Ruang Kreatif untuk Bina Seniman Lokal Semarang Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wamenekraf Irene Umar resmikan Awann Creative & Redmiller Experience Gallery di Semarang, Sabtu (28/6).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar meresmikan Grand Opening Awann Creative & Redmiller Experience Gallery di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan galeri ruang kreatif yang fokus pada pembinaan seniman lokal untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.

"Kita mulai menyambung koneksi antara pusat dan daerah. Ini bukan sekadar ruang pamer tapi panggung untuk para pejuang ekraf menampilkan karya terbaik mereka,” kata Irene dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (1/7).

Kehadiran galeri ini menjadi langkah konkret dalam mendukung perkembangan industri kreatif di Semarang sekaligus memperkuat ekosistem kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dari talenta lokal.

Awann Creative juga menjadi bagian dari program Costa Creative Week, yang mencakup kegiatan Aidia IP market, workshop ekonomi kreatif, serta pameran kekayaan intelektual.

Galeri ini menampilkan karya seni kontemporer seperti art toys, poster, dan karya visual lainnya yang dipadukan dengan teknologi imersif. Salah satu karakter IP unggulan yang ditampilkan adalah Redmiller Blood karya Peter Rhian Gunawan, yang sebelumnya telah dipresentasikan di Mandalika.

Menurut Wamen Ekraf Irene, keberadaan ruang seperti ini harus dimanfaatkan maksimal oleh pelaku ekonomi kreatif, khususnya generasi muda. Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya titik temu antara seniman dengan industri dan pemerintah.

"Jangan ragu. Jangan merasa karya kalian belum layak. Justru dari ruang seperti ini, kita bisa mengenali potensi yang selama ini tersembunyi,” ujar Wamen Ekraf Irene.

Menurutnya, seniman kerap fokus pada penciptaan karya, sementara pemasaran dan komersialisasi perlu didukung oleh pihak lain. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun Peningkatan Ekosistem Ekraf yang berkelanjutan.

“Kita butuh lebih banyak panggung. Bukan hanya di Semarang, tapi juga di Jakarta, daerah lain, bahkan dunia. Mari jadikan karya anak bangsa sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif Indonesia,” ucap Wamen Ekraf Irene.

Wamen Ekraf Irene Umar menyebutkan Kementerian Ekraf yang baru hadir selama 250 hari ini memiliki tujuan untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth dan diharapkan mampu menjadi penyumbang PDB (Produk Domestik Bruto) sebanyak 8 persen.

Kementerian Ekraf percaya bahwa hal tersebut dapat diwujudkan mulai dari daerah salah satunya Semarang untuk itu pentingnya mewujudkan kolaborasi hexahelix. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.