- Home
-
- Luar Negeri
-
- 2 Tanaman Penyerap Racun A...
2 Tanaman Penyerap Racun Arsenik dan Logam Berat dari Nikel Hingga Tembaga
Selasa, 01 Jul 2025, 14:20 WIBJakarta - Ada tanaman unik asal Filipina yang kini jadi buah bibir di kalangan peneliti dan pemerhati lingkungan. Berbeda dengan kebanyakan tanaman, ia bisa tumbuh di tanah penuh logam berat dan bahkan menyimpan nikel dalam konsentrasi sangat besar ânyaris 18.000 bagian per juta (ppm). Bandingkan dengan tanaman biasa yang langsung layu atau mati setelah kena sedikit saja "kotoran" logam.
a. Rinorea Niccolifera, Tanaman Penyerap Logam Berat Nikel
Rinorea pertama kali diketemukan tahun 2014 oleh tim dari University of the Philippines, di pulau Luzon yang memang punya tanah ultrabasa, tanah dengan nikel dan kromium yang kelewat tinggi.
Sejak saat itu, banyak studi mulai menggarap potensi tanaman ini untuk menanggulangi pencemaran.

Menurut jurnal Phytotaxa, Rinorea niccolifera masuk dalam kelompok hyperaccumulator, raritas botani yang bisa telan logam berat tanpa yang lain layu, daunnya tetap hijau, segar, dan tumbuh normal walau mengandung zat yang bisa bunuh tanaman lain.
Kemampuan itu menjadikannya bintang baru dalam fitoremediasi, cara bersih-bersih tanah kotor pakai tanaman. Tanpa alat berat, racun kimia, atau ongkos besar, tanam di lahan rusak, Rinorea akan menyedot racun dan menetralkan sebagian besar bahaya.
b. Pteris melanocaulon, Tanaman Penyerap Logam Tembaga
Filipina bukan hanya punya Rinorea niccolifera. Ada juga Pteris melanocaulon, pakis lokal yang diketahui mampu menyerap logam berat lain seperti tembaga dan arsenik. Kedua tanaman ini bisa menjadi solusi efektif untuk merehabilitasi lahan bekas tambang atau wilayah tercemar akibat aktivitas industri.

Ket. Gambar Pteris melanocaulon
Tak hanya menyerap logam, akar mereka juga membantu mencegah erosi, menahan longsor, dan memperbaiki struktur tanah. Dalam jangka panjang, kehadiran mereka bisa mempercepat proses pemulihan lingkungan secara alami.
2 Tanaman Penyerap Racun Arsenik dan Logam Berat dari Nikel Hingga Tembaga, Jadi Solusi Hijau untuk Dunia yang Makin Rusak
Dengan meningkatnya jumlah wilayah yang tercemar akibat pertambangan dan limbah industri, solusi seperti ini menjadi semakin relevan.
Saat teknologi berat sering kali memperburuk kondisi, pendekatan berbasis ekologi justru menawarkan harapan. Tanaman seperti ini bisa jadi bagian dari masa depan industri hijau yang tidak hanya efektif, tapi juga berkelanjutan, karena dapat dibudidayakan di tempat lain di seluruh dunia.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Winoto Wahyu
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Sambut PM Anwar Ibrahim dengan Jamuan Makan Malam di Kertanegara
-
Manchester United Rencanakan Stadion Baru 100.000 Tempat Duduk untuk Gantikan Old Trafford
-
Tambang Ilegal Picu Kerusakan Lingkungan di Kalteng
-
Gubernur Banten Dukung Rakernas BEM Seluruh Indonesia dan Jaga Independensi Mahasiswa
-
Kemenpar Gencar Promosikan Pariwisata Berkelanjutan di Forum Internasional, Salah Satunya 5 DPP
-
Keracunan Lagi? 110 Siswa di Purworejo Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.