Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sambut 1 Muharram, Kesultanan Bacan Halmahera Selatan Kembangkan Budaya Tradisional

📅 Minggu, 29 Jun 2025, 10:05 WIB | Oleh:
Sambut 1 Muharram, Kesultanan Bacan Halmahera Selatan Kembangkan Budaya Tradisional Doc: antara foto
Ket. Kesultanan Bacan, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) menggelar agenda rutin tahunan secara turun temurun Popas Lipu yang merupakan ritual adat keliling kampung di 1 Muharram.

TERNATE - Kesultanan Bacan, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram, melalui agenda rutin tahunan secara turun temurun Popas Lipu yang merupakan ritual adat keliling kampung dan telah masuk pencatatan Kekayaan Intelektual (KI).

"Salah satu manfaat pencatatan kekayaan intelektual komunal yaitu agar tidak diklaim daerah lain. Selain itu dapat memberikan manfaat bagi pariwisata dan perekonomian daerah," kata Kepala Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir dalam keterangannya yang diterima Sabtu (28/6).

Tradisi yang digelar oleh Kesultanan Bacan tersebut, setiap tahun penyelenggaraannya turut diikuti oleh Bupati Halsel dan jajaran Pemerintah Kabupaten Halsel serta masyarakat.

Menariknya, Popas Lipu masuk sebagai kekayaan intelektual komunal (KIK) kategori ekspresi budaya tradisional yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia (RI).

Berdasarkan sumber pengkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum, Ritual Popas Lipu merupakan ekspresi budaya tradisional yang memiliki ragam karya budaya tak benda.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Chusni Thamrin dalam keterangannya mengatakan bahwa manfaat pencatatan KIK pada DJKI Kemenkum sebagai langkah penting untuk melindungi warisan budaya leluhur.

Argap Situngkir dalam pertemuan sebelumnya bersama Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba mendorong pelindungan seluruh potensi KIK di Halsel agar terlindungi secara hukum, dan dapat mendatangkan manfaat bagi daerah.

Adapun Popas Lipu merupakan ritual adat melalui pembacaan doa dan keliling kampung, untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dari berbagai musibah dan bencana, serta memohon keberkahan bagi wilayah dan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.