Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah Panggung, Inovasi Warga Karawang Hadapi Banjir Musiman

📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rumah Panggung, Inovasi Warga Karawang Hadapi Banjir Musiman Doc: Antara Foto
Ket. Ilustrasi - Rumah panggung.

Ribuan warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setiap tahun selalu dihadapkan dengan bencana alam banjir.

dari 297 desa se-Karawang, Desa Karangligar merupakan satu-satunya desa yang menjadi daerah langganan banjir. Dalam setahun, banjir di desa berpenghuni hampir 6 ribu jiwa itu bisa terjadi lebih dari 10 kali.

Saat banjir datang, mereka harus mengungsi. Jika dalam setahun banjir terjadi lebih dari 10 kali, maka selama lebih dari 10 kali itu pula mereka harus mengungsi, di antaranya ke kantor desa.

Mengungsi ke tempat yang lebih aman harus mereka lakukan, karena ketinggian air saat banjir bisa mencapai satu meter lebih. Selain itu, di titik-titik tertentu arus air cukup deras saat terjadi banjir.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, banjir yang seringkali terjadi di Desa Karangligar itu akibat tingginya muka air Sungai Cibeet dan Citarum yang memicu meluapnya air ke areal sawah dan permukiman warga.

Saat tinggi muka air Cibeet dan Citarum meningkat, daerah di sekitar Desa Karangligar sudah pasti banjir. Apalagi desa itu berdekatan dengan titik pertemuan arus Sungai Cibeet dan Citarum, yang memungkinkan terjadi limpasan.

Cibeet merupakan sungai yang airnya mengalir dari kawasan Puncak Bogor hingga ke Karawang. Sedangkan Citarum memiliki hulu sungai di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Dengan demikian, meski di Karawang tidak hujan, tinggi muka air Cibeet dan Citarum di wilayah Karawang bisa meningkat jika di daerah sekitar Bogor dan Bandung hujan deras. Jadi, banjir di sekitar Desa Karangligar bisa terjadi walaupun Karawang tidak turun hujan.

Banjir bagi warga Desa Karangligar seakan-akan sudah biasa akibat terlalu seringnya dilanda banjir.

Presiden, gubernur dan bupati dari sudah beberapa kali datang saat banjir untuk melakukan monitoring. Begitu juga para anggota legislatif tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat seringkali datang pula  meninjau Desa Karangligar saat terjadi banjir.

Beragam wacana program sudah tersampaikan untuk penanganan banjir di Desa Karangligar, mulai dari program pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey, pembangunan embung dan kolam retensi hingga relokasi warga yang langganan terdampak banjir.

Terakhir, pada saat banjir yang terjadi awal tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui gubernurnya, Dedi Mulyadi melayangkan program pembangunan rumah panggung untuk warga Desa Karangligar. Hal itu disampaikan agar warga tidak melulu mengungsi saat bencana banjir.

Beragam program yang tersampaikan itu disebut-sebut sebagai solusi untuk mengatasi banjir langganan di Desa Karangligar. Namun setelah bertahun-tahun wacana itu berjalan, program pembangunan bendungan, embung dan kolam retensi tidak jua terwujud. Begitu juga dengan rumah panggung yang dijanjikan untuk ribuan warga, belum terealisasi hingga saat ini.

Sejumlah warga setempat mengaku sudah lelah dengan wacana terkait dengan penanganan banjir di desanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.