- Home
-
- Luar Negeri
-
- Qatar Mengutuk Keras Seran...
Qatar Mengutuk Keras Serangan Iran ke Wilayahnya
Rabu, 25 Jun 2025, 01:00 WIBDoha, Qatar â Pemerintah Qatar mengutuk keras serangan Iran terhadap Pangkalan Militer Amerika Serikat (AS) Al Udeid di wilayahnya dan menegaskan pihaknya memiliki hak untuk membalas.Â
"Negara Qatar mengecam keras serangan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid oleh Garda Revolusi Islam Iran," menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, melalui media sosial X, pada Senin (23/6).
Seperti dikutip Antara, Al Ansari menyatakan bahwa Qatar menganggap serangan tersebut sebagai "pelanggaran yang jelas terhadap kedaulatan Negara Qatar, ruang udaranya, hukum internasional, dan Piagam PBB".
"Kami menegaskan bahwa Qatar memiliki hak untuk membalas secara langsung, dengan langkah yang setara sifat dan skalanya dengan agresi kurang ajar ini, sesuai dengan hukum internasional," kata Al Ansari.
Jubir Kemlu Qatar itu juga memastikan bahwa militer Qatar beserta "pasukan sekutu" telah dievakuasi dari pangkalan militer tersebut sebelum serangan terjadi, sebagaimana prosedur keamanan dan tindakan pencegahan yang berlaku serta "ketegangan di kawasan".
Pada Senin malam waktu setempat, angkatan bersenjata Iran memastikan bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal terhadap Pangkalan Militer AS Al Udeid di Qatar.
Iran menegaskan bahwa serangan tersebut adalah untuk membalas serangan AS terhadap fasilitas nuklir mereka pada Minggu lalu (22/6).
Sistem pertahanan udara Qatar berhasil mencegat enam rudal yang ditembakkan Iran ke Pangkalan Udara Amerika Serikat Al Udeid di negara tersebut, demikian menurut Angkatan Darat Qatar.
"Pada pukul 19:30 waktu setempat, kami menerima laporan bahwa tujuh rudal diluncurkan dari Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid. Sebuah rudal jatuh di Pangkalan Udara Al Udeid. Tak ada korban jiwa," kata Kepala Staf Operasi Gabungan Angkatan Darat Qatar Shayeq Misfer Al-Hajri.
Ia menyatakan bahwa seluruhnya terdapat 19 rudal yang ditembakkan Iran ke Qatar.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Qatar bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat sebuah serangan udara," kata Al-Hajri.
"Sistem tersebut telah berfungsi sangat baik, mengingat keberhasilan mencegat semua rudal kecuali satu yang jatuh di pangkalan militer," kata dia, menambahkan.
Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah bergejolak, dan memicu kekhawatiran global akan potensi eskalasi lebih lanjut.Â
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta 19 September, Ini Lokasi dan Jadwalnya
-
Harga Minyak Mentah Tembus $91 Usai Trump Keluarkan Peringatan Baru ke Iran
-
Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja
-
TNI Diharapkan Makin Profesional
-
Samsat Keliling Hari Ini Tersebar di Jadetabek, Hanya untuk Bayar PKB Tahunan!
-
Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Asap Masih Mengepul dari Sejumlah Titik
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.