Mantan Koalisi Ingin Ajukan Mosi Tak Percaya pada PM Paetongtarn

Rabu, 25 Jun 2025, 02:45 WIB

BANGKOK - Partai Bhumjaithai yang meninggalkan koalisi yang berkuasa pekan lalu, pada Selasa (24/6) mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan mosi tak percaya parlemen terhadap Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dan kabinetnya.

Usulan yang direncanakan pekan depan itu akan menjadi ujian parlementer pertama bagi Paetongtarn, 38 tahun, sejak ia mendapat tekanan publik yang intens atas penanganannya terhadap meningkatnya pertikaian perbatasan dengan negara tetangga Kamboja, yang membuat aliansi penguasa yang dipimpin oleh partainya, Pheu Thai, goyah.

Ket. Foto: Sejumlah polisi penjaga perbatasan lalu lalang di pos pemeriksaan perbatasan internasional Ban Khlong Luek di Distrik Aranyaprathet, Thailand, yang ditutup pada Selasa (24/6). — Sumber: AFP/Lillian SUWANRUMPHA

Paetongtarn juga menghadapi pemeriksaan pengadilan setelah sekelompok senator mengajukan petisi ke Mahkamah Konstitusi dan badan antikorupsi nasional yang memiliki kewenangan luas untuk menyelidiki perilakunya. Keputusan dari kedua badan tersebut dapat berujung pada pemecatannya.

Di samping itu, kelompok antipemerintah berencana menggelar aksi protes turun ke jalanan pada Sabtu (28/6) mendatang, menuntut agar PM Paetongtarn mengundurkan diri.

Bhumjaithai menarik dukungannya terhadap pemerintah Rabu (18/6) lalu, dengan alasan risiko hilangnya kedaulatan dan integritas Thailand akibat kebocoran percakapan telepon antara PM Paetongtarn dan mantan PM Kamboja, Hun Sen.

Selama panggilan telepon, Paetongtarn bersujud di hadapan politikus veteran Kamboja itu dan ia mengkritik seorang komandan tentara Thailand. Ia kemudian meminta maaf atas kebocoran percakapan telepon tersebut.

"Kami memiliki resolusi partai untuk mengajukan mosi tak percaya terhadap perdana menteri," kata juru bicara Partai Bhumjaithai, Boontida Somchai, seraya menambahkan bahwa partai tersebut mengundang kelompok oposisi lain untuk mendukung langkah tersebut.

"Saat parlemen dibuka, hal pertama yang akan kami lakukan adalah mengajukan mosi tak percaya," imbuh dia.

Bhumjaithai memiliki 69 kursi dan akan membutuhkan dukungan 30 anggota parlemen lainnya agar bisa mengajukan mosi tersebut ketika parlemen bersidang kembali pada 3 Juli mendatang.

Menjelang pengumuman Bhumjaithai, PM Paetongtarn telah menegaskan bahwa koalisi yang berkuasa masih kuat dan pemerintah telah memutuskan perombakan kabinet.

"Sudah diputuskan, saya sudah bicara dengan semua pimpinan partai dan partai-partai koalisi mendukung penuh," kata PM Paetongtarn.

Sengketa Perbatasan

Sementara itu situasi di perbatasan antara Thailand dan Kamboja dilaporkan kian memburuk. Pada Senin (23/6) malam, militer Thailand mengatakan bahwa mereka telah menutup pos penyeberangan perbatasan ke Kamboja untuk hampir semua pelancong, termasuk wisatawan dan pedagang, dengan alasan masalah keamanan di tengah meningkatnya ketegangan akibat sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama.

Ketegangan terbaru dipicu setelah bentrokan singkat pada Mei lalu yang menewaskan seorang tentara Kamboja. Kedua pemerintah sejak itu telah mengumumkan tindakan saling balas termasuk penangguhan impor bahan bakar dan komoditas buah dan sayuran dari Thailand.

“Thailand sekarang akan membatasi semua kendaraan, wisatawan dan pedagang untuk menyeberang di semua pos pemeriksaan perbatasan darat di tujuh provinsi yang berbatasan dengan Kamboja,” kata militer Thailand dalam sebuah pernyataan pada Senin malam.

Militer mengatakan tindakan tersebut juga akan membantu dalam upaya pemberantasan terhadap pusat penipuan ilegal di Kamboja, yang ditegaskan oleh PM Paetongtarn pada Senin lalu.

Thailand akan menghentikan pasokan kebutuhan pokok lintas perbatasan, termasuk listrik dan konektivitas internet, ke daerah-daerah di Kamboja tempat operasi terlarang dilakukan, kata PM Paetongtarn kepada wartawan. CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.