Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisatawan Brasil Jatuh di Gunung Rinjani, Evakuasi Terkendala Cuaca

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 08:42 WIB | Oleh:
Wisatawan Brasil Jatuh di Gunung Rinjani, Evakuasi Terkendala Cuaca Doc: SAR Mataram
Ket. Tim SAR gabungan melakukan upaya evakuasi terhadap seorang wisatawan berkebangsaan Brasil, yang terjatuh di Gunung Rinjani, Senin (23/6/2025).

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyatakan upaya evakuasi wisatawan asal Brasil yang terjatuh di Gunung Rinjani terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, namun cuaca di lokasi masih menjadi kendala penyelamatan.

"Hambatan cuaca yang cepat berubah menjadi kendala evakuasi," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Yusron Hadi di Mataram, Selasa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, kata Yusron, memastikan segala upaya terus dilakukan tim SAR gabungan untuk mengevakuasi wisatawan Brasil tersebut. Termasuk melihat kemungkinan menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban dari titik lokasi jatuh sekitar 500 meter.

"Hari ini regu penyelamat akan melanjutkan tugasnya dan mudahan segera dilakukan evakuasi," ujarnya.

Terkait kondisi korban, pihaknya belum dapat memastikan. Mengingat kondisi cuaca masih mengganggu upaya evakuasi.

"Soal kondisi korban belum dapat dipastikan karena cuaca kabut tebal dan sebagainya yang mengganggu upaya evakuasi kerap muncul begitu cepat, kita doa kan semoga korban bisa di selamatkan," katanya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan mengungkapkan sudah berhasil menemukan posisi jatuhnya JDSP (27) di sekitar titik Cemara Nunggal, Gunung Rinjani.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, korban ditemukan pada hari Senin (23/6) pukul 07.05 Wita, kurang lebih 500 meter dari titik awal jatuhnya.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal," ujar Hariyadi.

Berdasarkan pantauan dari drone, korban dalam kondisi tidak bergerak. Saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya keras melakukan evakuasi terhadap wisatawan yang jatuh ke kedalaman ratusan meter tersebut.

Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025, saat korban sedang mendaki menuju puncak Gunung Rinjani.

"Kami terkendala medan yang ekstrem dan berkabut di sekitar lokasi kejadian," katanya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Damkar, Relawan Rinjani, porter, dan unsur terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.