Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Buka Peluang Pergantian Rezim di Iran, Berbeda Sikap dengan Wakil Presiden dan Menhan

📅 Senin, 23 Jun 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Trump Buka Peluang Pergantian Rezim di Iran, Berbeda Sikap dengan Wakil Presiden dan Menhan Doc: AFP

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan mendukung pergantian rezim di Iran, hanya beberapa jam setelah Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak memiliki niat untuk melakukan hal tersebut.

Pernyataan Trump disampaikan melalui akun Truth Social miliknya, setelah serangan udara AS yang mendukung Israel menghantam situs nuklir Iran pada Sabtu. Serangan itu melibatkan pembom siluman B-2 yang menjatuhkan bom penghancur bunker ke beberapa lokasi strategis Iran.

"Tidaklah benar secara politis untuk menggunakan istilah, 'Pergantian Rezim,' tetapi jika Rezim Iran saat ini tidak mampu MEMBUAT IRAN HEBAT LAGI, mengapa tidak akan ada pergantian Rezim??? MIGA!!!" tulis Trump, meminjam slogan kampanyenya "Make America Great Again" dalam versi untuk Iran.

Ucapan tersebut menandai pertama kalinya Trump secara terbuka mengangkat kemungkinan perubahan rezim di Iran sejak eskalasi konflik antara Israel dan Teheran sepuluh hari lalu. Sikap itu juga kontras dengan pernyataan resmi pemerintahannya.

Dalam wawancara bersama program Meet the Press di NBC pada Minggu pagi, Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa tujuan utama AS bukanlah menggulingkan pemerintah Iran, tetapi mengakhiri program nuklir negara tersebut.

"Kami tidak ingin memperpanjang atau memperluas masalah ini lebih jauh dari yang sudah ada. Kami ingin mengakhiri program nuklir mereka, dan kemudian kami ingin berbicara dengan Iran tentang penyelesaian jangka panjang di sini," ujar Vance.

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang menggarisbawahi bahwa kebijakan utama pemerintahan saat ini difokuskan pada pencegahan pengembangan senjata nuklir oleh Iran, bukan perubahan rezim.

Pernyataan Trump dipandang sebagai perubahan nada signifikan, mengingat selama ini ia dikenal mengkritik keras pendekatan neo-konservatif dalam tubuh Partai Republik yang mendukung intervensi luar negeri dan perubahan rezim, termasuk keterlibatan AS dalam invasi Irak.

Para analis menilai perbedaan sikap antara presiden dan para pejabat tinggi lainnya menandakan adanya ketidaksepahaman dalam lingkaran kekuasaan AS terkait strategi jangka panjang terhadap Iran. Sementara publik dan komunitas internasional menyoroti ketegangan yang kian meningkat di kawasan, sinyal dari Washington tampak belum konsisten.

AS sejauh ini menyatakan bahwa tujuan militer utamanya adalah menetralisasi kemampuan nuklir Iran dan menekan Teheran kembali ke meja perundingan. Namun, dengan Trump yang secara terbuka menyebut kemungkinan pergantian rezim, arah kebijakan AS terhadap Iran berpotensi memasuki babak baru yang lebih agresif dan tidak terduga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.