Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyumas Lengger Bicara 2025 Tampilkan Tarian Kolosal Melibatkan 500 Penari

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 22:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyumas Lengger Bicara 2025 Tampilkan Tarian Kolosal Melibatkan 500 Penari Doc: ANTARA
Ket. Tarian kolosal Satria Swarna Banyumas yang dimainkan 500 penari ditampilkan pada puncak pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2025 di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (22/6/2025) malam.

PURWOKERTO – Pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2025 yang merupakan agenda wisata budaya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menampilkan tarian kolosal bertajuk Satria Swarna Banyumas yang melibatkan 500 penari dari berbagai sanggar tari.

Tarian kolosal Satria Swarna Banyumas yang ditampilkan pada puncak pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2025 di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu malam, merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh budaya asal Banyumas, seperti sastrawan Ahmad Tohari dan penari lengger lanang Riyanto.

Ketua Panitia Banyumas Lengger Bicara 2025, Dewi Anggyaning Tyas, mengatakan misi utama kegiatan ini adalah regenerasi budaya.“Kami ingin terus menularkan budaya lengger kepada anak-anak muda,” katanya.

Selain tarian kolosal, penonton juga disuguhkan dengan drama tari musikal yang merupakan interpretasi dari kisah Srinthil dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.

Menurut dia, sebanyak 100 anak Banyumas juga tampil membawakan tarian dari berbagai daerah dalam segmen Mahakarya Nusantara.

“Sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi seniman lokal, kami juga menampilkan segmen Tribute to Maestro yang diberikan kepada tiga tokoh seni Banyumas, yakni Ahmad Tohari yang merupakan sastrawan, Narsih yang merupakan penari lengger legendaris, dan R Soetedja yang merupakan musisi Banyumas,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Acara Banyumas Lengger Bicara 2025, Bagoes Satrio, mengaku kesulitan dalam mengurasi laki-laki penari dari wilayah Banyumas.Ia mengatakan dari total 500 penari utama, hanya ada 28 laki-laki penari.

Bahkan untuk kelompok anak-anak usia di bawah 11 tahun, hanya empat anak laki-laki penari yang lolos kurasi.

“Kalau di daerah lain seperti Solo dan Yogyakarta cukup mudah mencari laki-laki penari, namun di Banyumas cukup susah sekali. Ini menjadi PR kita,” katanya.

Padahal, kehadiran laki-laki penari dinilai penting untuk menciptakan pertunjukan yang seimbang, baik dari segi artistik maupun naratif.

Ia mengharapkan melalui kegiatan Banyumas Lengger Bicara yang digelar setiap tahun akan tumbuh kesadaran bahwa penari itu tidak hanya perempuan.

“Laki-laki juga dibutuhkan untuk menciptakan karya yang lebih baik,” kata Bagoes.

Sementara itu, Pembina Yayasan Lengger Bicara Banyumas, Andy F Noya, mengatakan pergelaran Banyumas 2025 juga dalam rangka memperingati Hari Lengger Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Juni.

Menurut dia, Hari Lengger Sedunia dicanangkan saat pergelaran Banyumas Lengger Bicara 2024 dengan tema "Banyumas 10.000 Lengger Bicara" yang berhasil tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai rekor ke-11.687 karena berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan oleh Tim Muri, kegiatan tersebut melibatkan 10.245 penari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.