Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsosrsium Asuransi Bencana Segera Dibentuk, Berikut Mekanismenya

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konsosrsium Asuransi Bencana Segera Dibentuk, Berikut Mekanismenya Doc: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ket. Foto Arsip - Petugas kebersihan mengepel lantai di dekat logo-logo perusahaan asuransi, di Jakarta.

JAKARTA - Konsorsium asuransi bencana dapat mendukung upaya pemerintah dalam melindungi aset negara dan masyarakat, serta mempercepat pemulihan setelah bencana, dengan menyediakan solusi pembiayaan yang berkelanjutan. 

Pembentukan konsorsium asuransi bencana seringkali melibatkan kemitraan antara pemerintah, perusahaan asuransi, dan pihak swasta lainnya, yang menciptakan sinergi dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dalam pengelolaan risiko bencana. 

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan pemerintah berencana membentuk konsorsium dengan melibatkan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi untuk menerapkan asuransi parametrik terkait risiko bencana alam.

Asuransi parametrik adalah jenis asuransi yang secara langsung membayar klaim berdasarkan parameter atau indikator tertentu, bukan berdasarkan hasil verifikasi kerusakan fisik di lapangan.

“Kami sangat berharap industri asuransi umum khususnya bisa menyiapkan infrastruktur sebaik mungkin untuk implementasi asuransi parametrik ini,” kata Ketua AAUI Budi Herawan di Jakarta, Jumat (20/6).

Ia menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh rencana pemerintah tersebut dan akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait kesiapan infrastruktur produk asuransi tersebut.

Terkait dengan nilai premi, ia menuturkan pernyataan bahwa premi akan dibayarkan menggunakan APBN masih berupa asumsi.

Budi mengatakan AAUI masih menunggu pemerintah untuk mengeluarkan regulasi resmi serta terus melakukan diskusi mendalam mengenai produk asuransi tersebut bersama pemangku kepentingan lainnya.

Pihaknya pun berharap penerapan asuransi parametrik tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan industri perasuransian nasional ke depannya.

Hal tersebut mengingat produk asuransi tersebut merupakan salah satu upaya mitigasi risiko dari kondisi geografis Indonesia yang merupakan wilayah Cincin Api Pasifik atau ring of fire, sehingga rawan terjadi bencana.

“Kami yakin pemerintah memiliki inisiasi bagus yang perlu (dukungan) kolaborasi semua pihak. Kami akan senantiasa mendukung hal tersebut, karena ini juga bagus untuk pengembangan industri perasuransian Indonesia agar semakin baik ke depannya,” ujar Budi Herawan.

Sebelumnya, saat ditemui usai "Konferensi Pers Paparan Kinerja Industri Asuransi Umum Triwulan I 2025" di Jakarta, Jumat (13/6), Budi menyatakan bahwa asuransi parametrik dikembangkan untuk melindungi fasilitas publik dan aset pemerintah dari kerusakan akibat gempa bumi dan banjir.

Ia menyatakan produk asuransi tersebut rencananya diterapkan mulai akhir tahun ini dengan anggaran yang disiapkan sekitar Rp600 miliar hingga Rp1 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.